BBC

Kim Jong-nam, Siti Aisyah: Kematian di bandara dan warga Indonesia

Kematian kakak tiri pemimpin Korea Utara itu diliputi berbagai pertanyaan yang makin bertumpuk, dan tak kunjung terjawab -termasuk keterlibatan perempuan Indonesia

Sudah hampir seminggu sejak kematian misterius seorang pria Korea di bandara Kuala Lumpur dan masih tidak ada ada kejelasan.

Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu tewas di bandara Malaysia, hari Senin.

Awalnya, Malaysia menolak untuk mengidentifikasi jasad itu sebagai Kim Jong-nam, dan bersikeras menyebut bahwa menurut paspornya ia bernama Kim Chol.

Di pihak lain Korea Selatan tegas menyebut bahwa itu memang dia, dan ia dibunuh atas perintah dari rezim brutal Korea Utara.

Pada hari Rabu, Malaysia akhirnya mengukuhkan untuk pertama kalinya bahwa orang yang meninggal itu memang saudara tiri dari pemimpin Korea Utara.

Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia, mengatakan kepada wartawan: "Saya pikir dia memiliki dua identitas yang berbeda. Mungkin (paspor) ini adalah dokumen samarannya."

Sikap hati-hati Malaysia dalam menangani kasus ini tampak sedari awal. Polisi tak banyak memberikan informasi, dan pernyataan resmi tentang penangkapan para tersangka dilakukan berjam-jam setelah pemberitaannya ramai.

Kim Jong-nam belakangan kritis terhadap Korea Utara dan menyerukan rezim yang dipimpin adik trinya untuk membuka diri.

Kim Jong-nam belakangan kritis terhadap Korea Utara dan menyerukan rezim yang dipimpin adik trinya untuk membuka diri.

Berbagai bidang di kepolisian -nasional dan distrik- juga memberikan keterangan yang berbeda-beda dan makin menambah kebingungan atas peristiwa ini.

Dan hanya inilah yang kita tahu sejauh ini: tiga orang telah ditangkap. Dua di antaranya perempuan: satu adalah Indonesia, Siti Aishah atau Siti Aisyah kelahiran Serang, sementara satunya lagi membawa paspor Vietnam.

Tersangka ketiga yang sudah ditahan adalah seorang pria Malaysia, yang menurut polisi adalah pacar Siti Aisyah.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help