Indonesia Desak Penghapusan Senjata Nuklir di Forum PBB

“Situasi keamanan dunia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ancaman senjata nuklir."

Indonesia Desak Penghapusan Senjata Nuklir di Forum PBB
ISTIMEWA
Dian Triansyah Djani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mewakili suara Pemerintah RI, Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sekaligus Duta Besar RI Dian Triansyah Djani mengatakan Indonesia mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir segera memulai proses perlucutan senjata nuklirnya mengingat besarnya dampak senjata nuklir terhadap bencana kemanusiaan.

“Situasi keamanan dunia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ancaman senjata nuklir. Untuk itu, satu-satunya cara untuk melawan ancaman dan penggunaan senjata nuklir adalah penghapusan total seluruh senjata nuklir di dunia” ujar Djani di hadapan Sekjen PBB dan negara-negara peserta Konferensi Perundingan Traktat pelarangan Senjata Nuklir di New York, Senin (27/3/2017).

Selama ini negara-negara pemilik senjata nuklir menjadikan alasan keamanan sebagai upaya melegitimasi keberadaan senjata nuklirnya.

Sebaliknya, Djani memandang keberadaan senjata nuklir semakin mengancam keamanan global.

Untuk itu, Indonesia sangat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam perundingan pelarangan senjata nuklir.

Konferensi perundingan Traktat perlarangan senjata nuklir dilaksanakan di New York sejak tanggal 27 Maret 2017 hingga tanggal 31 Maret 2017.

Konferensi dihadiri Wakil Tinggi Sekjen PBB untuk Perlucutan Senjata, Presiden Majeis Umum PBB dan negara-negara anggota PBB.

Pertemuan tersebut merupakan implementasi dari resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan pada bulan Oktober 2017.

“Indonesia memandang traktat pelarangan senjata nuklir tersebut nantinya harus kuat dan tegas sehingga tidak lagi memberikan celah yang melegitimasi keberadaan senjata nuklir di dunia,” kata Djani.

Karenanyta, menjadi hal penting untuk memastikan implementasi dari prinsip-prinsip dalam Traktat tersebut.

Djani juga menekankan negara-negara pemilik senjata nuklir tidak perlu khawatir traktat larangan senjata nuklir yang sedang dinegosiasikan akan memperlemah Non-Proliferation Treaty (NPT).

Sebaliknya, traktat baru tersebut justru akan memperkuat dan melengkapi NPT.

Konferensi perundingan traktat pelarangan senjata nuklir tersebut merupakan putaran pertama dari dua putaran negosiasi yang telah direncanakan.

Putaran negosiasi berikutnya akan diselenggarakan di New York, 15 Juni – 7 Juli 2017.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved