Selasa, 9 Juni 2026

Siapa Bilang Makan di Jepang Mahal?

Di beberapa tempat makanan di Jepang harganya murah bahkan mungkin lebih murah daripada di Indonesia.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Restoran Yuugosen di Hakodate dengan pemiliknya Keiko Miyaguchi (46). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Banyak yang bilang makanan di Jepang harganya mahal. Anggapan ini bisa saja benar jika kita tak tahu di mana mesti membelinya.

Namun di beberapa tempat makanan di Jepang harganya murah bahkan mungkin lebih murah daripada di Indonesia misalnya ada hamburger, semua bahan dari Jepang, dengan harga hanya 100 yen atau sekitar Rp 12.000.

Di Hakodate Hokkaido belum lama ini Tribunnews.com ke sebuah restoran, Yuugosen, jalan kaki hanya 7 menit dari Stasiun Hakodate Hokkaido. Makanan di tempat ini ternyata harganya sangat murah.

"Hah, ini makanan pembuka gratis?" tanya seorang tamu agak kaget melihat makanan pembuka sashimi yang jumlahnya sangat banyak satu piring.

Restoran Yuugosen memang terutama direkomendasikan bagi pecinta sashimi, atau ikan-ikan mentah, termasuk telur ikan mentah, rumput laut mentah dan sebagainya.

Makanan pembuka (otoshi) sashimi yang hanya 500 yen sangat banyak sekali. Padahal di tempat umum harga itu sedikitnya mungkin 1.000 yen dengan berbagai kerang, cumi-cumi mentah, ikan dan sebagainya dalam satu mangkok.

"Ya semua untuk men-servis tamu supaya senang dan ke luar dari sini dengan wajah bahagia," kata Keiko Miyaguchi (46) sang pemilik restoran Yuugosen yang telah berjalan sekitar 10 tahun lalu.

Makanan Pembuka Sashimi di Restoran Yuuofune
Makanan pembuka sashimi di Restoran Yuuofune di Hakodate

Menu sashiminya antara lain Hotate, namako, saba, ankimo dan sebagainya. Paling mahal 1.200 yen.

Baca: Nyanyian Nazaruddin di Persidangan Kasus Korupsi e-KTP

Namun apabila kita pesan menu tersebut pasti dapat makanan pembuka gratis yang mungkin harganya sama dengan harga makanan yang kita pesan.

"Kita sudah biasa begini karena memang juga kebanyakan pelanggan yang datang rutin selalu datang, jadi sebagai servis, dan yang baru datang pun diperlakukan sama, jadinya ya kebiasaan begini supaya mereka puas semua," tambahnya.

Orang Jepang mengatakan Omotenashi atau keramahan menjadi dasar utama bisnis Miyaguchi sehingga setiap malam restorannya penuh berdatangan tamu.

Dibuka mulai jam 16.30 sampai tengah malam dengan pesanan terakhir jam 23.30. Lebih menarik lagi, ternyata tak ada hari libur.

"Selama satu tahun buka terus," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved