Harian Rusia Diteror Gara-gara Beritakan Nasib Gay di Chechnya

Sejumlah staf harian Novaya Gazeta, yang dikenal independen dan kritis, mendapat ancaman

Harian Rusia Diteror Gara-gara Beritakan Nasib Gay di Chechnya
queerty
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Sejumlah staf harian Novaya Gazeta, yang dikenal independen dan kritis, mendapat ancaman setelah melaporkan nasib kelompok gay di Chechnya.

Harian itu melaporkan, pemerintah Chechnya diyakini menahan dan menyiksa ratusan orang yang diduga gay di sebuah bangunan bekas fasilitas militer di luar kota Grozny.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam edisi 1 April lalu, Novaya Gazeta juga menyebutkan tina nama yang tewas dalam kamp detensi itu.

Namun, sejumlah sumber mengatakan jumlah korban tewas jauh lebih banyak dari yang diberitakan.

Para editor Novaya Gazeta mengkhawatirkan keselamatan stafnya menyusul publikasi artikel kontroversial tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, para editor harian itu mengatakan sekitar 15.000 orang menghadiri sebuah pertemuan di Grozny, ibu kota Chechnya.

Dalam pertemuan itulah seorang penasihat pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, menuding Novaya Gazeta melakukan fitnah.

Dia juga mendeklarasikan Novaya Gazeta sebagai musuh iman dan negara Chechnya.

Di akhir pertemuan akbar itu, sebuah resolusi dideklarasikan. Isinya menyebut artikel itu telah merendahkan fondasi sekular Chechnya dan martabat para pria negeri itu.

Resolusi itu juga menjanjikan pembalasan terhadap "para penghasut".

Kepada harian terbitan Rusia, RBK, seorang ulama Chechnya, Salah Mezhiev membenarkan pertemuan akbar di Grozny itu dan semua resolusinya.

Sedangkan juru bicara Ramzan Kadyrov membantah semua artikel Novaya Gazeta dengan dasar bahwa tak ada homoseksual di Chechnya.

"Anda tak bisa menahan atau menindas orang yang tak pernah eksis di republik ini," kata Alvi Karimov kepada kantor berita Interfax.(Ervan Hardoko)

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help