Wapres JK Angkat Vonis Ahok dalam Kuliah Umum di Universitas Oxford, ''Kita Harus Tegakkan Hukum''

Kepada sekitar 300 hadirin, Kalla menambahkan bahwa kasus penistaan agama tersebut saat ini sedang dalam proses banding.

Wapres JK Angkat Vonis Ahok dalam Kuliah Umum di Universitas Oxford, ''Kita Harus Tegakkan Hukum''
BBC INDONESIA
Wapres Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum bertema Islam Jalan Tengah: Pengalaman Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat vonis atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menyampaikan kuliah umum tentang Islam di Universitas Oxford, Inggris.

Dengan tema 'Islam Jalan Tengah: Pengalaman Indonesia', Kalla meminta negara-negara Eropa untuk menghormati vonis atas Basuki Tjahaja Purnama, berupa dua tahun penjara karena terbukti menista agama Islam.

"Saya sangat memahami bahwa Inggris dan negara-negara di Eropa memiliki undang-undang dan sistem hukum yang berbeda untuk persoalan ini," jelasnya saat berbicara di Oxford Centre for Islamic Studies (OXCIS), Kamis (18/05) petang waktu setempat.

"Tapi sebagai bagian dari sistem demokrasi kita harus menegakkan tatanan hukum, kemandirian lembaga peradilan, dan menghormati satu sama lain," tambah Kalla.

Kepada sekitar 300 hadirin, Kalla menambahkan bahwa kasus penistaan agama tersebut saat ini sedang dalam proses banding.

Soal demokrasi

Ia juga mengatakan bahwa secara pribadi mengenal Ahok yang digambarkannya sebagai gubernur yang punya dedikasi tapi juga impulsif.

Dalam sesi tanya jawab, hadirin bertanya soal Ahok dan Kalla menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah diskriminasi agama.

"Ini soal demokrasi. Dalam demokrasi Anda harus siap menerima kemenangan dan kekalahan. Jika Anda kalah, Anda harus menerima kekalahan," katanya.

Dengan berpakaian serba hitam, tak kurang dari 350-an warga Indonesia memadati areal di Museumplein, Amsterdam, pada Sabtu malam (13/5/2017).
Dengan berpakaian serba hitam, tak kurang dari 350-an warga Indonesia memadati areal di Museumplein, Amsterdam, pada Sabtu malam (13/5/2017). (Densi Bura untuk KOMPAS.com)

Kasus yang dihadapi Ahok, menurutnya, adalah tentang penghinaan agama dan negara-negara lain juga punya aturan untuk penghinaan, misalnya di Thailand dengan peraturan bahwa raja dan kerajaan tak boleh dihina.

Halaman
123
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help