BBC

Kisah penyelam terjebak dua hari di dalam gua bawah air

Penyelam Xisco Gràcia terjebak di dalam sebuah gua bawah air tanpa tabung oksigen dan selama dua hari banya mengandalkan celah di dalam gua

Tiga bulan lalu, Xisco Gràcia mengalami mimpi buruk bagi setiap penyelam. Dia terjebak di gua bawah air dengan hanya mengandalkan celah di dalam gua yang tidak terendam air.

Kejadiannya berawal pada Sabtu 15 April 2017 lalu, ketika Xisco Gracia terjun ke perairan di Mallorca, Spanyol, untuk menyelam. Guru geologi ini menghabiskan akhir pekannya dengan menjelajah dan membuat peta gua bawah air yang rumit di pulau tersebut.

"Mallorca jauh lebih indah di bawah tanah dibanding di atas tanah," katanya.

Dia dengan temannya, Guillem Mascaró, ingin menjelajah Sa Piqqueta, sebuah gua bawah air sepanjang 1km dari mulut gua dengan beraneka ruang menyerupai labirin. Mereka menyelam selama satu jam untuk sampai ke sana.

Gracia menyelam sambil mengumpulkan keping bebatuan, sementara Mascaró berenang ke salah satu ruangan.

Ketika mereka akan meninggalkan tempat itu, beberapa hal terjadi pada saat bersamaan. Secara kebetulan Gràcia bertemu dengan Mascaró di persimpangan dan gerakan mereka membuat lumpur naik sehingga penglihatan menjadi sulit.

Mereka kemudian menyadari bahwa alat petunjuk mereka -benang nilon tipis yang memberi petunjuk mereka untuk kembali ke mulut gua- putus atau terlepas.

"Kabel itu bertujuan untuk mengarahkan. Kabel ditinggal di belakang begitu Anda memasuki gua dan Anda bisa menelusurinya lagi setelah itu," kata Gracia, yang berusia 54 tahun.

"Kami jadinya hanya bisa menebak beberapa batu yang jatuh. Kami menghabiskan waktu selama satu jam yang sangat berharga untuk menemukannya dengan menyentuh-nyentuh tapi tidak berhasil."

Pada titik ini, pasangan tersebut berada dalam keadaan berbahaya. Mereka sudah menggunakan oksien yang mereka bawa untuk masuk serta ke luar dari gua,. Sebagian besar cadangan darurat oksigen juga telah dipakai.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help