BBC

Wasit diserang pemain di final kejuaraan antar klub Arab

Kemenangan klub Tunisia, Esperance dalam final kejuaraan antar klub Arab, ditandai serangan terhadap wasit oleh para pemain Al Faisaly, Yordania.

Egyptian referee Ibrahim Nour El-Din
AHMED ABD EL-GAWAD/AFP/Getty Images
Wasit asal Mesir, Ibrahim Nour El-Din, dikelilingi petugas polisi di Stadion Iskandariyah.

Kemenangan klub Tunisia, Esperance dalam final kejuaraan antar klub Arab, ditandai serangan terhadap wasit oleh para pemain Al Faisaly, Yordania.

Wasit asal Mesir, Ibrahim Nour El-Din, diserang, antara lain disudul secara keras pada dadanya dalam pertandingan final di Stadion Iskandariyah, Minggu, namun tetap melangsungkan pertandingan karena menurutnya, jika pertandingan dibatalkan atau dihentikan, hal itu 'tak akan baik bagi Mesir.'

Para penyerang Nour El-Din terdiri dari para pemain, petugas, dan pendukung klub Yordania Al Faisaly, yang dalam pertandingan itu akhirnya kalah 3-2 di perpanjangan waktu setelah pertandingan waktu normal kedua klub bermain 2-2.

Gol Kemenangan Esperance di menit ke 102 memicu protes berbuntut kekerasan dari Faisaly, yang menganggap gol itu tidak sah karena offside. Para pemain dan petugas Faisaly meluapkan kemarahannya dengan meyerang wasit secara fisik.

Namun kendati diserang dengan sundulan kepala, disikut dan berbagai bentuk serangan lain saat meninggalkan lapangan, wasit mengatakan bahwa ia merasa harus melanjutkan pertandingan.

"Saya memutuskan untuk tidak membatalkan pertandingan karena tak akan bagus untu Mesir," kata wasit Ibrahim Nour El Din sesudah pertandingan.

"Seorang petugas tim Al Faisaly datang menghampiri saya dan meminta maaf atas serangan yang dilakukan para pemainnya, namun ia kemudian juga mendadak memukul saya," katanya.

"Saya menerima saja penghinaan dari tim Al Faisaly karena kejuaraan berlangsung di tanah Mesir, dan saya tak ingin gagal, khususnya karena ini pertandingan final," katanya.

Aparat MEsir menangkap 38 orang namun kemudian dilepaskan, dan dilaporkan Menteri Olahraga Yordania menelpon Menlu Mesir untuk meminta maaf.

Ini ketiga kalinya Esperance menjadi juara turnamen ini, setelah sebelumbnya tahun 1993 dan 2009.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help