Militer Korea Selatan dan Amerika Bakal Gelar Latihan Perang Skala Besar Antisipasi Korea Utara

Para pejabat militer Korea Selatan mengatakan mereka berencana untuk bergerak maju dengan skala besar menggelar latihan perang bersama AS.

Militer Korea Selatan dan Amerika Bakal Gelar Latihan Perang Skala Besar Antisipasi Korea Utara
AP
Latihan bersama Korea Selatan-AS di pangkalan militer AS, di Seoul, Korea Selatan, Jumat (11/8/2017). (AP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Militer Korea Selatan terus menggelar latihan perang bersama sekutunya Amerika Serikat (AS) di tengah ancaman Korea Utara akan menembakan rudal nuklirnya ke Guam.

Para pejabat militer Korea Selatan mengatakan mereka berencana untuk bergerak maju dengan skala besar menggelar latihan perang bersama AS.

Baca: Donald Trump Kembali Peringatkan Korea Utara Soal Rencana Tembakan Rudal Ke Guam

Latihan perang ini fokus untuk persiapan menghadapi serangan rudal Korea Utara dan operasi skala penuh sistem pertahanan rudal canggih THAAD yang dikerahkan di Korea Selatan.

Latihan diharapkan akan mulai 21-31 Agustus dan melibatkan puluhan ribu pasukan di darat dan di laut dan udara.

Bukan itu saja, sejumlah pejabat tertinggi keamanan dari AS dan Korea Selatan berbicara melalui telepon setelah Korea Utara mengumumkan rencana meluncurkan rudal-rudal ke arah perairan di lepas pantai Guam, wilayah AS.

Baca: Peringatkan Amerika, Korea Utara: Tinggal Tunggu Perintah Kim Jong Un Tembakan 4 Rudal Ke Guam

Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster dan kepala kantor keamanan nasional kepresidenan Korea Selatan Chung Eui-yong berbicara pada hari Jumat (11/08/2017).

Kantor kepresidenan di Seoul mengatakan kedua pejabat tersebut menegaskan kembali janji mereka untuk bekerja sama dengan erat dan transparan mengenai langkah-langkah yang akan diambil di setiap tahap demi menjamin keamanan dan keselamatan kedua negara serta rakyat mereka.

McMaster dan Chung kemungkinan membahas prosedur operasi skala penuh sistem pertahanan rudal canggih THAAD yang dikerahkan di Korea Selatan.

Peluncuran rudal baru-baru ini oleh Korea Utara memicu pemerintahan Presiden Moon Jae-in di Korea Selatan mengubah sikapnya mengenai THAAD dan bersegera untuk mengerahkan sepenuhnya sistem pertahanan ini. (AP/NHK)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help