Surplus Perdagangan Jepang Dua Bulan Terakhir Terbantu Nilai Yen yang Melemah Terhadap Dolar AS

Perdagangan Jepang mengalami surplus selama Juli 2017 dan Juni 2017. Surplus Juli 2017 sebesar 418.8 miliar yen.

Surplus Perdagangan Jepang Dua Bulan Terakhir Terbantu Nilai Yen yang Melemah Terhadap Dolar AS
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kapal peti kemas di Jepang untuk ekspor impor. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdagangan Jepang mengalami surplus selama Juli 2017 dan Juni 2017. Surplus Juli 2017 sebesar 418.8 miliar yen, surplus dua bulan berturut-turut sejak Juni 2017 dan diakibatkan oleh nilai yen yang melemah dalam dua bulan terakhir itu.

"Pengumuman Kementerian Keuangan Jepang hari ini mengenai surplus itu sebenarnya karena nilai yen melemah terhadap dolar AS dalam dua bulan terakhir ini, meskipun nilai ekspor meningkat," ungkap Nakaichi, seorang analis ekonomi Jepang kepada Tribunnews.com, Kamis (17/8/2017).

Ekspor umumnya dari otomotif ke Amerika Serikat beserta suku cadangnya dan semikonduktor ke Korea Selatan. Ekspor Jepang mengalami kenaikan 13,4 persen menurut data Kementerian Keuangan Jepang.

Meksipun demikian impor juga meningkat 16,3 persen selama Juli 2017 karena meningkatnya harga minyak mentah dan peningkatan impor komputer (PC) terutama dari China ke Jepang.

Meskipun surplus meningkat dalam segi nilai, dalam segi persentase menurun 17 persen dibandingkan Juli 2016. Ekspor impor Jepang dengan nilai masing-masing sekitar 6,5 triliun yen.

Neraca perdagangan dengan Amerika Serikat saja meningkat surplus 647 miliar yen. Padahal selama ini Presiden AS Donald Trump banyak mengritik Jepang dengan surplus yang terlalu besar dan kebijakan American First-nya.

Surplus Jepang dengan AS umumnya karena ekspor mobil dan suku cadangnya yang sangat besar ke AS selama Juli 2017.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help