BBC

Mahasiswa tunanetra bermain di sepakbola Amerika

Dalam pertandingan itu dia juga membantu 'menjejakkan bola' yang berbuah pada angka terakhir yang memenangkan klubnya.

Seorang pemain sepak bola Amerika yang buta berhasil menggapai impian masa kecilnya untuk bermain bersama tim University of Southern California.

Jake Olson kehilangan penglihatannya saat berusia 12 tahun, namun tetap bertekad untuk bermain bagi USC Trojans.

Dalam pertandingan itu dia juga membantu 'menjejakkan bola' yang berbuah pada angka terakhir di pertandingan itu.

Mahasiswa berusia 20 tahun itu mengatakan bahwa "peristiwa itu merupakan momen yang indah".

Dia sudah membayangkan untuk bermain sepak bola Amerika di klub perguruan tinggi sebelum dia kehilangan penglihatannya karena terkena kanker retina, namun dia tak pernah membuang mimpi itu.

Jake membantu timnya mencetak poin terakhir dalam pertandingan melawan West Michigan University itu dengan menjepit bola di antara kedua kakinya untuk membantu rekannya untuk menendang bola itu.

Dia merayakan kemenangan itu di depan 70.000 penggemar, dan mengatakan setelah pertandingan, "Saya sungguh senang berada di lapangan sana."

"Saya diliputi perasaan yang luar biasa, sesuatu yang akan saya ingat selamanya."

"Tampil bersama USC sebagai pemain sepak bola ... Saya mencoba berbicara sebanyak mungkin, karena saya belum bisa mempercayainya."

Pac-12 Network mencuit: "Ini sangat luar biasa, Jake Olson, buta sejak usia 12, menapakkan bola untuk pertama kalinya dalam suatu pertandingan."

Rekaman video Jake saat mencetak poin ekstra telah dilihat lebih dari 140.000 kali.

Jake mengikuti program sepakbola USC sejak tahun 2009. Mantan pelatih Pete Carroll mendengar tentang kanker yang dideritanya dan dukungannya untuk Trojans.

Dia kehilangan mata kirinya saat berusia 10 bulan dan harus kehilangan mata kananya saat dia berumur 12 tahun - keinginan terakhirnya adalah menyaksikan latihan Trojans pada malam sebelum dia dioperasi.

Dia berlatih dengan Trojans sejak tahun 2015, setelah msuk universitas dengan beasiswa untuk atlet yang mengalami cacat fisik.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help