BBC

Krisis Qatar: Saudi marah setelah pemimpin Qatar menelepon

Arab Saudi mengatakan telah menghentikan dialog dengan Qatar tidak lama setelah ada percakapan telepon antara pemimpin Qatar dan pangeran mahkota

Arab Saudi mengatakan telah menghentikan dialog dengan Qatar tidak lama setelah ada percakapan melalui telepon antara pemimpin Qatar dan pangeran mahkota Arab Saudi.

Kedua negara telah menggelar pembicaraan untuk menyelesaikan krisis Qatar, setelah sejumlah negara Timur Tengah -antara lain Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab- memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Namun, Arab Saudi kemudian menyalahkan Qatar mendistorsi fakta seputar penyelesaian krisis itu, dan mengatakan bahwa pihaknya akan mengkahiri pembicaraan.

Empat negara yaitu Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab menuduh Qatar mendukung terorisme -sebuah tuduhan yang sejak awal dibantah oleh Doha.

Alasan itulah yang menyebabkan empat negara Arab itu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni lalu.

doha
Sean Gallup/Getty
Suasana di pusat bisnis ibu kota Qatar, Doha, akhir Oktober 2011.

Arab Saudi menutup perbatasannya dengan Qatar, dan empat negara itu kemudian menutup hubungan udara dan laut dengan negara tersebut.

Pembicaraan melalui telepon yang dilakukan pada Jumat itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berbicara secara terpisah dengan kedua belah pihak.

Langkah ini awalnya dipandang sebagai terobosan yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Pembicaraan melalui saluran telepon ini merupakan kontak formal pertama antara Riyadh dan Doha sejak krisis diplomatik pada awal Juni lalu.

Media resmi pemerintah dari kedua pihak melaporkan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, telah mendiskusikan perlunya dialog untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Qatar
AFP
Empat negara memutus hubungan dengan Qatar sejak Juni lalu karena negara itu dianggap mendukung terorisme.
Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help