Barcelona Perpaduan Eropa dan Islam yang Nyaman Bagi Kalangan Muslim

Masyarakatnya hidup dengan damai walaupun berbeda agama dan sama sekali tidak ada masalah di antara mereka.

Barcelona Perpaduan Eropa dan Islam yang Nyaman Bagi Kalangan Muslim
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Barber shop di Barcelona Spanyol yang menempelkan stiker halal di pintu masuknya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Serangan teroris oleh 12 orang di Barcelona 17 Agustus 2017 sebenarnya jelas dan nyata bukan dilakukan oleh kalangan Islam tetapi 100 persen oleh teroris para pembunuh yang gila popularitas politik.

Kunjungan Tribunnews.com belum lama ini selama 10 hari di Spanyol termasuk Barcelona, sangat jelas di depan mata, negara Spanyol terutama Barcelona sangat harmonis perpaduan budaya Barat Eropa dengan budaya Islam.

Masyarakatnya hidup dengan damai walaupun berbeda agama dan sama sekali tidak ada masalah di antara mereka. Bahkan tampak seperti saudara saja satu sama lain.

Makanan halal terlihat dijual dan dikunjungi banyak kalangan baik orang kulit putih maupun kalangan Timur Tengah, ikut menyantap dengan nikmatnya makanan halal.

Bukan hanya soal makanan atau restoran, ada toko cukur rambut di beberapa tempat mencantumkan label halal di Barcelona.

Baca: Oknum Polisi Tembak Warga hingga Tewas, Diringkus saat Sembunyi di Rumah Ibunya

"Wah kita buka sejak puluhan tahun lalu toko cukur rambut ini," kata Muhammad Alfonso kepada Tribunnews.com saat menanyakan keberadaan tokonya tersebut.

Selama ini menurutnya aman-aman saja, bahkan tamunya yang potong rambut tidak sedikit orang yang non muslim.

"Kita hidup rukun di sini di Spanyol, bersahabat semua. Teror Agustus lalu yang menewaskan 13 orang itu gila popularitas politik saja. Itu bukan orang muslim yang membunuh banyak orang malahan," kata Alfonso yang kesal dengan teror tersebut.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help