Banyak Karya Lukisan Indonesia Dipamerkan di Tokyo Jepang Sampai 23 Oktober

Dua museum dipakai untuk menampilkan 17 karya seniman Indonesia tersebut dan tidak diputar bolak balik antar museum.

Banyak Karya Lukisan Indonesia Dipamerkan di Tokyo Jepang Sampai 23 Oktober
Richard Susilo
Masaya Shimoyama, Managing Director Asia Center Japan Foundation 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saat ini ada banyak lukisan atau karya seni para seniman Indonesia dipamerkan di Jepang.

Setidaknya 17 karya dari 16 seniman Indonesia dapat dilihat di Tokyo sampai dengan 23 Oktober 2017.

"Karya-karya para seniman Indonesia cukup baik sehingga terpilih untuk ditampilkan di Tokyo," papar Masaya Shimoyama, Managing Director Asia Center Japan Foundation khusus kepada Tribunnews.com hari Senin kemarin (2/10/2017).

Menurutnya, potensi seni karya dari para seniman Indonesia itu menarik perhatian banyak pengunjung museum di Jepang.

Dua museum dipakai untuk menampilkan 17 karya seniman Indonesia tersebut dan tidak diputar bolak balik antar museum.

"Dua museum digunakan untuk menampilkan karya-karya tersebut tetapi tidak diputar balik. Jadi tetap sampai akhir pameran 23 Oktober di museum yang sama," tambahnya.

Semua karya kecuali milik Agus Suwage yang menampilkan dua karya, masing-masing ditampilkan, satu karya di Museum Nasional Pusat Seni Tokyo (NACT) dan satu karya lagi di Museum Seni Mori (MAM).

Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran SunShower di Tokyo itu masing-masing FX Harsono, Mulyono dan Seram (karya dipamerkan di NACT), Agus Suwage, Herry Dono, Mela Yarsuma, Melati Suryodarmo, Roranita Teo, Jompet Kuswidananto, Anggun Priambodo, Ariani Darmawan, Aditya Novari, Albert Yonatan, Fajar Abadi, Ismal Muntaha, Ruanrupa, dan Jakarta Waisted Artist dengan karyanya dipamerkan di MAM.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (56) pun akan ke Tokyo 12 Oktober mendatang dan menjadi Pembicara 14 Oktober siang di Roppongi Tokyo untuk berbicara mengenai kota inovatif.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help