Pertama Kali di Jepang, Masyarakat ke Pengadilan Minta Markas Besar Yakuza Ditutup

Kami meminta ke pengadilan agar bisa menutup markas besar KY tersebut karena mengganggu ketenteraman

Pertama Kali di Jepang, Masyarakat ke Pengadilan Minta Markas Besar Yakuza Ditutup
NHK
Kantor Pengadilan Negeri Daerah Kobe Hyogo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertama kali terjadi di Jepang, masyarakat lewat kepolisian meminta pengadilan negeri daerah Kobe untuk menutup markas besar mafia Jepang (yakuza) Kobe Yamaguchigumi (KY) karena letaknya di pemukiman masyarakat dan terjadi pembunuhan dilakukan oleh anggota KY sehingga mengurangi rasa tenteram masyarakat sekitar.

"Kami meminta ke pengadilan agar bisa menutup markas besar KY tersebut karena mengganggu ketenteraman hidup kami di sini," papar seorang warga setempat kepada Tribunnews.com hari Selasa ini (3/10/2017).

Hukum Jepang memungkinkan untuk melindungi dan tak mengungkapkan nama penuntut anggota masyarakat yang melakukan tindakan perlawanan terhadap yakuza Jepang demi keselamatan anggota masyarakat tersbeut.

Sekitar 20 anggota masyarakat setempat sekitar markas KY telah mengajukan tuntutan ke pengadilan kemarin (2/10/2017) agar markas tersebut ditutup saja.

Pengacara masyarakat setempat, Toru Satoshi mengugkapkan bahwa dengan adanya markas besar KY tersebut situasi dan kehidupan masyarakat skeitar menjadi berubah saat ini.

"Kehidupan masyarakat sekitar berubah sekali dengan keberadaan markas KY di Awaji Hyogo ini. Pertamuan reguler dan konflik penentangan sana-sini bermunculan dan kebanyakan menjadi ketakutan terganggu kehidupannya akibat keberadaan markas yakuza tersebut," paparnya.

Di samping itu pengacara tersbeut sekaligus juga menghargai keberanian masyarakat setempat yang mengajukan tuntutan tersebut.

"Kami senang adanya suara yang semakin keras dilakukan masyarakat dan keberanian menuntut. Semoga saja ini menjadi awal bagi anggota masyarakat lain di Jepang untuk angkat suara melakukan hal serupa di berbagai tempat nantinya, menentang keberadaan Yakuza di sekitarnya."

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help