Rumah Sakit Universitas Kyoto Jepang Akui Berikan Obat Salah Sehingga Pasien Meninggal

Pihak rumah sakit akan bekerjasama sepenuhnya dalam penyelidikan kasus ini bersama kepolisian

Rumah Sakit Universitas Kyoto Jepang Akui Berikan Obat Salah Sehingga Pasien Meninggal
Richard Susilo
Direktur Rumah Sakit Universitas Kyoto Meminta maaf melalui jumpa pers siang sore ini (3/10/2017). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Nobuya Inagaki, M.D., Ph.D. Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Kyoto sore ini (3/10/2017) bersama dua pimpinan lain meminta maaf sedalamnya atas meninggalnya seorang wanita usia 60 tahun akibat minum obat salah dari rumah sakit tersebut.

"Kami meminta maaf sedalamnya atas kesalahan memberikan obat mengakibatkan seorang ibu meninggal dunia," papar Inagaki dalam jumpa persnya sore ini (3/10/2017).

Pihak rumah sakit akan bekerjasama sepenuhnya dalam penyelidikan kasus ini bersama kepolisian guna mengungkap lebih lanjut penyebab dan latar belakang kasus tersebut.

Diakuinya dua orang farmasis yang memberikan obat kepada ibu berusia 60 tahunan akhir Agustus lalu, memberikan racikan obat dengan konsentrasi selenium yang seharusnya rendah, malah berisi selenium 738 kali lebih banyak dari semestinya.

Ibu tersebut mengaku punggungnya sakit saat bicara ke dokter. Setelah minum yang diperoleh tersebut keesokan harinya malah meninggal dunia.

Pihak kementerian kesehatan langsung membentuk tim penyelidik khusus untuk menyelidiki kasus tersebut pula dengan segera.

Sementara dua petugas farmasi langsung mendapat pengawasan ketat dari kepolisian Jepang atas perbuatannya tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help