Tiga Warga Inggris Perampok Toko Berlian Jadi Buruan Polisi Jepang

November 2015 dua tahun lalu terjadi perampokan di toko berlian Harry Winston. Akibatnya toko tersebut menderita kerugian hingga ratusan juta yen

Tiga Warga Inggris Perampok Toko Berlian Jadi Buruan Polisi Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Toko berlian Harry Winston di Omotesando Tokyo dijaga satpam wanita. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –Bulan November 2015 dua tahun lalu terjadi perampokan di toko berlian Harry Winston. Akibatnya toko tersebut menderita kerugian hingga ratusan juta yen karena tiga perampok menggondol banyak permata di Omotesanto Tokyo.

"Sedikitnya 100 juta yen kerugian Harry Winston atas perampokan tersebut. Setelah diusut ternyata pelakunya tiga warga negara Inggris yang memang kelompok perampok Inggris profesional," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (3/10/2017).

Tiga perampok warga Inggris yang sempat menghajar satpam toko hingga terjatuh di Jingumae, Shibuya-ku, Tokyo, berhasil merampok berbagai perhiasan gelang, kalung dan perhiasan berlian lainnya.

Polisi menganalisa CCTV yang ada di dalam toko dan CCTV di sekitarnya dan ketahuan bahwa mereka adalah warga Inggris.

Baca: Hujan Peluru di Festival Musik Bikin Penonton Panik, 50 Orang Tewas, Ratusan Terluka

Sehari setelah perampokan dilakukan mereka langsung ke luar dari Jepang. Polisi tak sempat menahannya.

Untuk itu polisi hari ini secara resmi mengumumkan kerjas ama dan meminta bantuan polisi internasional lewat ICPO (International Criminal Police Organization).

Setelah diselidiki polisi Metropolitan Tokyo ternyata mereka kelompok perampok profesional ari Inggris, terutama menargetkan barang berharga seperti berlian.

Baca: Gamawan Fauzi Disebut Terima Honor Rp 10 Juta, Agun Gunandjar Rp 5 Juta

"Tidak ada kerja sama dengan mafia Jepang (yakuza) dalam aksi mereka," tambah sumber itu.

Sumber yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help