Okiagari Koboshi, Mainan Anak Jepang Lambang Keberuntungan

Okiagari-kobōshi dianggap sebagai pesona keberuntungan dan simbol ketekunan dan ketahanan.

Okiagari Koboshi, Mainan Anak Jepang Lambang Keberuntungan
Richard Susilo
Okiagari Koboshi mainan Jepang yang selalu bangun (berdiri) dilempar bagaimana pun 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masih banyak yang belum mengetahui boneka Jepang yang sangat lucu dan mini dari kertas bubur sehingga kaku seolah seperti dibuat dari kayu. Namanya Okiagari-koboshi.

Boneka kecil ini merupakan boneka tradisional Jepang sejak abad ke-14 yang didesain sedemikian rupa sehingga beratnya membuatnya kembali ke posisi tegak jika dilempar.

Okiagari-kobōshi dianggap sebagai pesona keberuntungan dan simbol ketekunan dan ketahanan.

Dengan boneka kecil ini kita akan percaya tak akan patah semangat dalam segala kesulitan hidup sekali pun, serta menimbulkan kekuatan untuk bertahan hidup menghadapi segala kesulitan. Juga lambang kebahagiaan kesejahteraan dan kebahagiaan di setiap keluarga.

Oleh karena itu, karena bentuknya kecil ada yang menganggap seperti "jimat" perlindungan bagi dirinya agar terjauhkan dari yang jahat serta dijauhkan dari kesusahan.

Pembuat okiagari-kobōshi paling awal cenderung meniru mereka setelah mainan China bernama Budaoweng (orang tua yang tidak jatuh) yang juga tertimbang atau memiliki balance yang baik sehingga tetap berdiri dibagaimana pun juga.

Boneka ini telah lama populer di kalangan anak-anak Jepang. Disebutkan dalam sebuah drama abad ke-14 yang disebut Manju-Kui, dan folklorist Lafcadio Hearn merekam lagu pengantar tidur dari Matsue di Provinsi Izumo pada awal abad 20 yang mencantumkan boneka itu sebagai hadiah untuk anak kecil. Inilah lagu tersebut.

Nenneko, nenneko nenneko ya!

Kono ko nashite naku-yara?
O-chichi ga taranuka? - o-mama ga taranuka?
Ima ni ototsan no ototo no o-kaeri ni
Ame ya, o-kwashi ya, hii-hii ya,
Gara-gara, nagureba fuito tatsu
Okiagarikoboshi! -
Neneko, neneko, nenneko ya!

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help