Januari hingga Juni, 8.684 Anggota Yakuza Ditangkap Polisi Jepang

Dalam kurun waktu setengah tahun ini (Januari-Juni 2017) jumlah anggota mafia Jepang (yakuza) yang ditangkap polisi sebanyak 8.684 orang.

Januari hingga Juni, 8.684 Anggota Yakuza Ditangkap Polisi Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tersangka yang ditahan pihak kepolisian 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dalam kurun waktu setengah tahun ini (Januari-Juni 2017) jumlah anggota mafia Jepang (yakuza) yang ditangkap polisi sebanyak 8.684 orang atau lebih rendah 8,7 persen dibandingkan tahun lalu periode yang sama.

"Jumlah anggota yakuza yang ditangkap semakin sedikit tahun ini karena juga jumlah mereka semakin sedikit pula, banyak yang mengeluarkan diri dari organisasinya," ungkap sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang, Jumat (6/10/2017).

Dari jumlah tersebut sebanyak 2.697 orang berasal dari gengster Yamaguchigumi.

Sedangkan yang ditangkap dari kelompok Kobe Yamaguchi-gumi (KY) ada sebanyak 1.426 orang.

Antara 7 Maret tahun lalu sampai dengan Oktober tahun ini, Badan Kepolisian Nasional Jepang menemukan bahwa kedua kelompok tersebut dalam berbagai konflik tercatat 48 kasus konflik terjadi.

Baca: Wahyudi Bacok Pria yang Bawa Istrinya Menginap di Hotel

Dari jumlah tersebut tercatat enam kasus terjadi antara Januari-Juni 2017.

Kasus penembakan bodyguard Yasunori Oda tanggal 12 September lalu dianggap polisi sebagai insiden yang tidak terprediksi sebelumnya sehingga cukup mengagetkan pihak kepolisian Jepang.

Sementara kejahatan senjata api di enam bulan pertama ini tercatat ada 12 insiden.

Dari jumlah tersebut 8 insiden dilakukan oleh yakuza Jepang atau penurunan 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Akibatnya ada 1 korban tewas dan 2 orang luka-luka.

Jumlah total penyitaan senjata api meningkat 15,8 persen menjadi 161 senjata api, meningkat 45,5 persen dan yang disita dari yakuza Jepang sebanyak 32 senjata api.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help