Kobe Steel Dapat Tegoran Keras dari Kementerian Perindustrian Jepang

Fakta bahwa Kobe Steel Co., Ltd., produsen baja utama, telah memalsukan datanya khususnya untuk produk aluminium

Kobe Steel Dapat Tegoran Keras dari Kementerian Perindustrian Jepang
Richard Susilo
Kementerian ekonomi perdagangan dan industri Jepang (METI) di Kasumigaseki Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kobe Steel telah mendapat tegoran keras dari kementerian ekonomi industri dan perdagangan Jepang (METI) hari Selasa ini (10/10/2017).

Yasuji Kimiyama Direktur METI mengungkapkan hari Selasa ini (10/10/2017), "Kami ingin Kobe Steel berusaha keras untuk memulihkan kepercayaan diri."

Fakta bahwa Kobe Steel Co., Ltd., produsen baja utama, telah memalsukan datanya khususnya untuk produk aluminium dan produk tembaga, telah dilaporkan ke METI sejak 28 September lalu.

Sementara METI juga menerima komplain dari empat perusahaan besar Jepang yaitu Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, SUBARU dan IHI pada tanggal 10 Oktober ini bahwa ada kemungkinan produk dari masalah Kobe Steel akan bermasalah apabila digunakan pada peralatan pertahanan.

Meskipun jenis peralatan pertahanan tertentu tidak diungkapkan, pihak METI telah meminta empat perusahaan tersebut dan Kobe Steel untuk memeriksa secara rinci masalah keamanan dan daya tahan.

Saat ini Kobe Steel sedang mengklarifikasi penyebabnya dan METI menginstruksikan untuk mengajukan tindakan segera untuk mencegah kekambuhan.

Permasalahan data palsu ini tampaknya telah menyebar, seperti fakta bahwa produk bermasalah tampaknya digunakan pada roket, Honda dan beberapa kendaraan Mitsubishi Motors yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries, Ltd.

Kementerian Pertahanan juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan produk bermasalah terpakai sebagai bagian dari peralatan pertahanan.

Juru bicara kementerian pertahanan juru Aoyagi mengungkapkan, "Ada kemungkinan produk bermasalah terpakai sebagai bagian dari peralatan pertahanan seperti pesawat terbang dan rudal, dan sejauh ini produsen telah menerima sebuah laporan yang mengatakan "Tidak ada efek langsung pada operasi."

Kementerian Pertahanan akan meminta Kobe Steel untuk terus memberikan informasi dan mendesak produsen peralatan pertahanan tentang ada tidaknya penggunaan rinci dengan kualitas berbeda dari data yang diperolehnya, serta dampaknya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help