Korban Kecelakaan Pelajar Akibat Atletik Piramid di Jepang Turun 30 Persen

Pusat Promosi Olahraga Jepang mencatat kasus kecelakaan atletik di SMP dan SMA Jepang tahun ini berkurang 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Korban Kecelakaan Pelajar Akibat Atletik Piramid di Jepang Turun 30 Persen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Olahraga Atletik membentuk piramid tower di berbagai sekolah Jepang kini sebagian melarangnya karena banyak kecelakaan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pusat Promosi Olahraga Jepang mencatat kasus kecelakaan atletik di SMP dan SMA Jepang tahun ini berkurang 30 persen dibandingkan tahun lalu.

"Penurunan kecelakaan ini karena semakin banyak sekolah meniadakan atletik Piramid Tower yang memiliki risiko kecelakaan tinggi di masa lalu," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (10/10/2017).

Jumlah kasus kecelakaan setahun terakhir ini hanya 5.271 kasus atau penurunan 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca: Kisah Perjuangan Tiada Henti Seorang Ibu di Jepang 10 Tahun Setelah Putrinya Dibunuh

Khusus yang tulang retak akibat kecelakaan tersebut tercatat 1.326 kasus dari 5.271 kasus tersebut.

"Evaluasi kecelakaan tampaknya telah menurun saat ini. Namun karena guru olahraga banyak yang belum tahu mengantisipasi keamanan, maka masih saja terjadi kecelakaan serius dan ini harus diantisipasi lebih lanjut di masa datang," kata Associate Professor Yoshihide Uchida dari Universitas Nagoya yang banyak terlibat mengenai kecelakaan di sekolah.

Baca: Mak Jariah dan Dedeh Tak Menyangka Dapat Bonus Satu Bulan Gaji Menteri Pertanian

Khusus kecelakaan anak-anak saat berolahraga tercatat 1.600 kasus di enam perfektur di Jepang.

Sedangkan yang terluka akibat kecelakaan tersebut tercatat 1.323 kasus antara lain 389 di Perfektur Saitama, 378 kasus di Tokyo, 216 kasus di Perfektur Kanagawa, 181 kasus di Perfektur Chiba, 61 kasus di Perfektur Tochigi, 58 kasus di Perfektur Gunma dan 40 kasus di Perfektur Ibaragi.

Di Perfektur Chiba banyak yang melarang atletik piramid saat ini bagi SMP dan SMA.

Kecelakaan di Tokyo akibat atletik Piramid tersebut sebanyak 300 kasus, 99 kasus di Saitama, 87 kasus di Saitama, dan pihak Badan Olahraga Jepang terus mengimbau agar atletik berisiko tinggi tersebut sebaiknya tidak dilakukan lagi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help