Musik Dangdut Terlalu Serius, Bisa Masuk ke Jepang Lewat Funkot

Lagu dangdut di jepang paling banyak penggemarnya orangtua bukan anak muda.

Musik Dangdut Terlalu Serius, Bisa Masuk ke Jepang Lewat Funkot
Richard Susilo
Katsumi Takano (40) DJ terkenal Jepang yang puluhan kali bolak balik ke Indonesia, sempat jadi DJ pula di banyak tempat di Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Musik Dangdut Indonesia ternyata dianggap terlalu serius seperti lagu Enka di Jepang. Tapi bisa masuk Jepang kalau lewat Funkot (Funky Kota).

“Lagu dangdut di jepang paling banyak penggemarnya orangtua bukan anak muda. Mungkin terlalu serius seperti lagu Enka Jepang. Kalau lewat Funkot yang ceria banyak digemari anak muda, lalu dimasukkan dangdut di Funkot mungkin barulah bisa masuk ke Jepang. Jadi kalau Dangdut sendiri mungkin agak susah ya,” papar DJ terkenal Jepang Takano Katsumi yang terkenal dengan nama DJ Jetbaron atau Mandokoro.

DJ Jepang yang pernah bermain di beberapa klub di Indonesia seperti di Akasaka Teuku Umar Denpasar Bali, Sanur, di daerah Kota Jakarta Utara dan sebagainya itu, tercantol dengan Funkot sejak sedikitnya 10 tahun lalu setelah diperkenalkan temannya orang Jepang, Makoto ke berbagai DJ di Indonesia.

Bahkan di Banjarmasin saat menjadi DJ di diskotik Millenium pernah dapat sekitar 50.000 yen semalam.

“Fee saya sih masih kecil dibandingkan DJ terkenal Jepang seperti Tei Towa dan Takyu Ishino yang tarifnya berkisar 500.000 yen hingga jutaan yen sekali main. Paling juga jam 23.00 selesai,” paparnya.

Di masa depan Takano tetap ingin promosikan Funkot bukan hanya di Jepang tetapi di Amerika Serikat.

“Dari AS biasanya lebih mudah mendunia Funkot ini. Selain itu juga say amungkin akan buat buku mengenai Funkot sehingga lebih banyak lagi penggemarnya yang belajar dan mengenal lebih jauh mengenai Funkot,” paparnya lagi.

Karya musiknya sejak tahun 2000-2014 sedikitnya 16 album tercipta olehnya sendiri dan muncul di radio sedikitnya 7 kali sejak 2007 hingga 2014.

Kariernya mendadak terhenti karena tertangkap polisi mengkonsumsi narkoba Maret 2015 sehingga kena hukuman polisi tahanan luar 3 tahun dan berakhir pertengahan 2018.

Saat ini Takano hidup berdua bersama pacarnya yang dikenal sejak tahun 2012.

“Ya kita lagi susah saat ini, hidup ala kadarnya sangat pas-pasan berdua. Tentu saja menikah sih ingin saja tahun depan kalau sudah bebas dari hukuman polisi dan kalau banyak rejeki nanti ya baru rencana punya anak satu saja lah, Namun sekarang masih prihatin dulu deh,” paparnya lagi.

Takano mengakui orang Indonesia sangat baik, mudah senyum dan mudah menjadi teman dengan cepat.

“Semoga saja persahabatan saya semakin luas dengan teman-teman di Indonesia dan juga saya sedang pikir serius untuk promosi Funkot ke Amerika Serikat supaya cepat populer di dunia Funkot Indonesia ini,” tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help