ISIS Mengaku Dalangi Serangan di Masjid Muslim Syiah di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid muslim Syiah di Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

ISIS Mengaku Dalangi Serangan di Masjid Muslim Syiah di Afghanistan
CBS/OMAR SOBHANI)
Ilustrasi: Ledakan bom truk di Afghanistan dikabarkan telah menewaskan 80 orang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KABUL -- ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid muslim Syiah di Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Akibat serangan bom bunuh diri ini, setidaknya 39 tewas dan 41 orang terluka.

Baca: FBI Pastikan Pimpinan ISIS Asia Tenggara Hapilon Tewas

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Jumat malam (20/10/2017), ISIS menyatakan serangan bom bunuh diri tersebut dilakukan pejuang ISIS Abu Ammar al-Turkmani yang meledakkan bom di rompinya saat Salat Jumat di Masjid Imam Zaman di Barat Kabul.

Terdapat dua serangan terjadi di dua masjid selain yang terjadi di Masjid Imam Zaman.

"Bom bunuh diri juga terjadi di barat Provinsi Ghor yang menyerang masjid muslim Sunni, yang juga terjadi ketika Salat Jumat, membunuh 33 orang, termasuk seorang panglima perang yang tampaknya menjadi target," ujar Mohammad Iqbal Nizami, juru bicara Kepala polisi provinsi Ghor.

ISIS selama ini sering melancarkan serangan terhadap masjid-masjid Syiah di Afghanistan.

Sebelum ini pengebom bunuh diri dan sekelompok orang bersenjata juga menyerang pusat pelatihan polisi di wilayah tenggara Afganistan, Selasa (17/10/2017).

Kelompok Taliban, lewat akun Twitter-nya, langsung menyatakan bertanggung jawab atas serangan di kota Gardez, ibu kota provinsi Paktia yang berbatasan dengan Pakistan.

"Awalnya seorang pengebom bunuh diri meledakkan mobil penuh bom di dekat pusat pelatihan untuk membuka jalan bagi para penyerang," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afganistan.

Baku tembak kemudian terjadi antara kelompok penyerang yang bersenjatakan senapan mesin dan rompi bom bunuh diri dengan pasukan keamanan. (AP/AFP)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help