Kemenangan Partai Koalisi Naikkan Harga Saham di Jepang

Kemenangan telak Partai Koalisi meraih 312 suara pada pemilihan umum (pemilu ke-48) majelis rendah parlemen Jepang membuat harga saham naik.

Kemenangan Partai Koalisi Naikkan Harga Saham di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Transaksi saham pada Senin (23/10/2017) sekitar jam 10.00 di Jepang naik sekitar 1 persen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kemenangan telak Partai Koalisi (LDP, Komeito) meraih 312 suara pada pemilihan umum (pemilu ke-48) majelis rendah parlemen Jepang kemarin, ternyata membuat harga saham naik cepat dan bernuansa baik.

"Koalisi mencapai dua per tiga suara berarti semua terkait penyelenggaraan negara akan stabil dan akan berjalan dengan baik, sehingga perekonomian akan berputar dengan baik pula," ungkap Jiro Kumano, seorang pedagang saham jepang kepada Tribunnews.com, Senin (23/10/2017).

Partai Liberal (LDP) mendapatkan 283 kursi dan Partai Komei (Komeito) mendapatkan 29 kursi, total 312 kursi atau mencapai dua per tiga jumlah kursi di majelis rendah parlemen Jepang.

Baca: Pengusaha Tambang Diminta Pejabat Setor Rp 700 Juta Urus Izin Eksplorasi

Dengan mayoritas tersebut semua program Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mudah terealisir dan disahkan di parlemen, mulai kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang sekarang 8 persen menjadi 10 persen, perubahan Pasal 9 UUD Jepang dengan memperkenankan pasukan bela diri Jepang (LDP) memegang senjata api dengan maksud untuk bela diri dan berbagai program finansial lain, seperti peningkatan sumber daya alam (SDM) Jepang dengan tambahan dana khusus anggaran negara triliunan yen nantinya.

Dua per tiga jumlah kursi majelis rendah parlemen Jepang sebanyak 310 kursi.

Dengan 312 kursi dimiliki koalisi tersebut berarti melebihi angka dua per tiga yang memungkinkan dan memudahkan perubahan UUD Jepang sesuai aturan yang ada.

Baca: Sekolah di Kalsel Akhirnya Bayar Tunggakan Gaji Guru Honor Selama Enam Bulan

"Ini adalah pilihan rakyat Jepang yang memungkinkan negara menjadi stabil dengan dasar politik yang baik. Oleh karena itu kami akan bekerja dengan sebaik mungkin sesuai mandat yang diperoleh dari rakyat," kata PM Jepang, Shinzo Abe mengomentari hasil pemilu kemarin.

Jumlah pemilih yang ikut pemilu kemarin hanya sekitar 26,3 persen.

Diperkirakan karena dampak angin taifun dan hujan lebat yang mengguyur Jepang seharian kemarin.

Sementara pihak oposisi Ketua Partai Harapan (Kiboto) Yuriko Koike minta maaf kepada masyarakat karena gagal memperoleh banyak suara dalam pemilu kemarin.

Baca: Kasus Pencabulan Terungkap Setelah Korbannya Mengaku Sakit Bagian Belakang dan Tak Mau Sekolah

Partai Harapan, juga oposisi, hanya mendapatkan 49 suara lebih kecil dari pecahan Partai Demokrat, Partai Demokrat Millenium yang mendapat 54 suara dipimpin Yukio Edano.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help