Chairman Keidanren Jepang Dukung Kemenangan Perdana Menteri Shinzo Abe

Chairman Keidanren, Sadayuki Sakakibara (74) mendukung kemenangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beserta koalisinya dalam pemilu Minggu.

Chairman Keidanren Jepang Dukung Kemenangan Perdana Menteri Shinzo Abe
NHK
Chairman Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren), Sadayuki Sakakibara. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Chairman Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren), Sadayuki Sakakibara (74) mendukung kemenangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beserta koalisinya dalam pemilu Minggu (22/10/2017) lalu.

"Kemenangan koalisi sebagai fondasi yang kuat dan stabil dari pemerintah telah dipelihara dan juga akan meningkatkan pajak konsumsi untuk rekonstruksi fiskal dan jaminan sosial dengan lebih baik. Kami mendukung sepenuhnya reformasi sistem yang dilakukan Perdana Menteri Abe tersebut," kata Sadayuki Sakakibara, Selasa (24/10/2017).

Baca: Enjang Tak Menyangka Bayinya yang Baru Berusia 3 Bulan Tewas di Tangan Sang Istri

Hasil pemilihan umum disambutnya dengan sangat baik sekaligus memuji pemerintahan Abe.

"Mempertahankan dan memperkuat fondasi pemerintahan yang stabil akan memberikan kontribusi terhadap kelanjutan dan implementasi kebijakan yang mantap oleh Abe sangatlah kami dukung dengan baik," kata dia.

"Reformasi drastis yang melibatkan rasa sakit rakyat tidak dapat dilakukan tanpa dasar pemerintahan yang kuat dan stabil. Oleh karena itu pembangunan kembali fiskal sangat membutuhkan peningkatan pajak konsumsi. Kami ingin Abe melakukannya dengan keberanian. Tarif pajak konsumsi (PPN) dan reformasi sistem jaminan sosial perlu dilakukan dengan tegas," ujarnya.

Baca: Bripda Deni Jual Motor Kesayangannya Seharga Rp 30 Juta, Uangnya untuk Bangun Rumah Warga Miskin

PPN Jepang selama ini 8 persen dan sekitar Oktober 2019 akan menjadi 10 persen.

Beberapa pihak menentang kenaikan tersebut terutama kalangan oposisi Jepang.

"Meskipun membahas reformasi konstitusi juga penting, saya ingin ekonomi mengambil kebijakan utama sebagai manajemen dasar," kata Sakakibara mengenai pembahasan revisi konstitusi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help