Satuan Kilogram Akan Berubah Pertama Kali Dalam 130 Tahun, Ditemukan Peneliti Jepang

Unit massa "kilogram" telah didefinisikan sebagai satu kilogram berat "prototip kilogram internasional"

Satuan Kilogram Akan Berubah Pertama Kali Dalam 130 Tahun, Ditemukan Peneliti Jepang
Richard Susilo
Ilustrasi satuan kilogram 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satuan standar satuan massa "kilogram" yang kita kenal selama ini akan berubah tahun depan karena tim peneliti khusus dari Jepang menemukan satuan baru yang menggeser perhitungan "kilogram" tersebut.

"Sebuah tim peneliti seperti National Institute of Advanced Industrial Science and Technology dari kota Tsukuba telah mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan standar baru satuan massa "kilogram" dengan menggunakan konstanta "mekanika kuantum"," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (25/10/2017).

Menurut tim peneliti tersebut, pada konferensi internasional tahun depan, definisi kilogram akan ditinjau ulang untuk pertama kalinya dalam waktu sekitar 130 tahun.

Unit massa "kilogram" telah didefinisikan sebagai satu kilogram berat "prototip kilogram internasional" yang disimpan di Biro Timbang Internasional di Paris sejak 1889. Namun ternyata kemudian massa tersebut sedikit berfluktuasi.

Untuk alasan ini, tim internasional dari lima negara yang di bentuk oleh institut tersebut kini sedang mengerjakan mendefinisikan ulang satu kilogram dengan menggunakan konstanta "Planck constant" dari "mekanika kuantum" yang menangani zat-zat yang sangat kecil, seperti atom.

"Para penliti itu mengukur jarak antara atom persis dengan laser atau sejenisnya untuk membuat bola silikon seberat 1 kilogram."

Akibatnya, "prototip kilogram internasional" telah mencapai akurasi hingga 2,4 per 100 juta untuk standar baru. Sementara akurasinya yang lama selama ini adalah 5 per 100 juta.

Pada bulan November 2018 definisi kilogram diperkirakan akan ditinjau untuk pertama kalinya dalam 130 tahun, pada pertemuan organisasi internasional yang dijadwalkan diadakan di Sri Lanka.

Kenichi Fujii, peneliti utama di institut itu mengatakan, "Saya senang bahwa Jepang dapat memberikan kontribusi terhadap definisi unit yang sama bagi dunia untuk pertama kalinya dan akan bermanfaat di lapangan. Mengukur massa kecil seperti pengembangan obat baru," tekannya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help