Jepang akan Kurangi Biaya Medis 1 Triliun Yen, Beban Asuransi Lansia Menjadi 20 Persen

Pemerintah Jepang akan melakukan pengurangan biaya medis besar-besaran hingga lebih dari 1 triliun yen atau 3,16 persen dari anggaran sebelumnya.

Jepang akan Kurangi Biaya Medis 1 Triliun Yen, Beban Asuransi Lansia Menjadi 20 Persen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Wakil Menteri Keuangan dan tim anggaran Jepang rapat, Rabu (25/10/2017) untuk mengurangi biaya medis. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertama kali dalam 12 tahun terakhir ini Pemerintah Jepang akan melakukan pengurangan biaya medis besar-besaran hingga lebih dari 1 triliun yen atau 3,16 persen dari anggaran sebelumnya.

"Pengurangan biaya medis termasuk juga peningkatan biaya asuransi kepada lansia dimaksudkan agar dana bisa dialihkan ke biaya bantuan (tunjungan anak) kepada 320.000 orang," kata sumber Tribunnews.com, Kamis (26/10/2017).

Wakil Menteri Keuangan, Dewan Sistem Fiskal dan tim khusus yang membahas anggaran tahun depan khususnya untuk biaya medis kemarin mengungkapkan rencana pemotongan biaya medis Jepang sedikitnya satu triliun yen.

Baca: Tiga Remaja di Jepang Curi Mobil, yang Meminta Maaf Malah Polisi

Biaya medis Jepang termasuk untuk perawatan, saat ini sedikitnya 32 triliun yen dan terus menerus meningkat 2,17 persen setiap tahun atau sekitar 1,17 triliun yen.

Penggunaan biaya tersebut selain untuk pembelian berbagai alat medis yang semakin mahal, juga obat-obatan serta biaya lain termasuk upaya para perawat terus meningkat.

Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pernah menjanjikan untuk meningkatkan biaya tunjangan anak kepada 320.000 orang.

"Dana untuk itulah diambil dari pemotongan biaya medis yang ada selama ini, di samping juga menyeimbangkan keadilan bagi semua usia, karena beban generasi muda terlalu berat saat ini mengingat penduduk Jepang umumnya telah berusia lanjut," ungkapnya.

Baca: PKB Sebut Cak Imin Layak Dampingi Jokowi

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help