Lebih 320.000 Kasus Buli Tahun 2016 di Jepang, Naik 98.000 Kasus

Kasus ijime di Jepang jauh semakin banyak saat ini. Tahun lalu saja sudah mencapai 328.808 kasus

Lebih 320.000 Kasus Buli Tahun 2016 di Jepang, Naik 98.000 Kasus
Richard Susilo
Kementerian Pendidikan Jepang di Kasumigaseki Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lebih dari 320.000 kasus buli (ijime) atau diolok-olok oleh sesama teman pelajar SD, SMP, SMA di Jepang selama tahun 2016. Jumlah ini naik 98.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kasus ijime di Jepang jauh semakin banyak saat ini. Tahun lalu saja sudah mencapai 328.808 kasus, naik 98.000 kasus dibandingkan tyahun sebelumnya," ungkap seorang pejabat kementerian pendidikan Jepang kepada Tribunnews.com Kamis ini (26/10/2017).

Melihat rinciannya, 237.221 kasus terjadi di sekolah dasar (SD), 71.309 kasus di sekolah menengah pertama (SMP), 12.874 kasus di sekolah menengah atas (SMA) dan 1704 kasus di sekolah khusus termasuk bagi difabel di Jepang.

Jumlah ini pertama kali terbesar khususnya buli di SD, dalam sejarah survei kementerian Dikbud sampai dengan saat ini.

Bila dirata-rata se-Jepang maka dari 1000 pelajar Jepang, maka sekitar 24 anak terkena ijime.

Kyoto memiliki kasus terbanyak, ada 97 kasus per 1000 pelajar.

Sedangkan kasus tersedikit di perfektur Kagawa hanya 5 kasus dalam 1000 pelajar.

Tercatat pula tahun 2016 ada kegiatan yang "sangat serius" sebanyak 400 kegiatan yang membuat kerusakan kehidupan serta kerusakan fisik dan mental seseorang. Jumlah tersebut 86 kasus lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

Ada beberapa pelajar bahkan berturut-turut bunuh diri akibat di ijime di Iwate dan Sendai.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help