Jumlah Polisi Khusus Berbahasa Inggris Diperbanyak Jelang Olimpiade 2020 Tokyo Jepang

Tepat 1000 hari menjelang Olimpiade 2020 Tokyo, jumlah polisi khusus berbahasa Inggris (disebut Polisi DJ), semakin diperbanyak.

Jumlah Polisi Khusus Berbahasa Inggris Diperbanyak Jelang Olimpiade 2020 Tokyo Jepang
NHK
Kepala Polisi Khusus, Ichiro Kawamoto, yang memberikan pengumuman di atas mobil polisi dalam bahasa Inggris (disebut Polisi DJ). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tepat 1000 hari menjelang Olimpiade 2020 Tokyo, Sabtu (28/10/2017), jumlah polisi khusus berbahasa Inggris (disebut Polisi DJ), semakin diperbanyak guna persiapan Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang.

Polisi khusus ini bertugas memberikan pengumuman dalam bahasa Inggris kepada orang asing yang ada di Jepang terkait kegiatan Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Informasi bagi masyarakat sangat penting. Jadi jangan sampai salah agar kita bisa menggiring massa dengan baik. Untuk itu butuh kemampuan bahasa yang baik pula," kata Ichiro Kawamoto, kepala tim yang mengkoordinir polisi DJ berbahasa Inggris yang berada di dalam Divisi Pertama Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Baca: Jumlah Jenazah 47 Tapi yang Melapor Kehilangan Anggota Keluarganya Sudah 50 Orang

"Demikian pula bagi orang asing yang ada di Jepang kita akan bicara bahasa Inggris tingkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan baik bagi tim polisi DJ ini. Kita akan perbanyak segera jumlah personelnya," ujarnya.

Taichi Nakazawa (29) seorang polisi yang semula di bagian polisi anti huru hara, kemudian minta dipindahkan ke bagian polisi DJ untuk menyiarkan pengumuman dalam bahasa Inggris kepada orang asing.

"Saya lulusan sekolah bahasa Inggris, makanya saya mau di bagian ini saja dan mencoba mengawasi orang asing dan menginfokan dalam bahasa Inggris. Memang pengucapan tadinya agak kaku, karena selama ini tak pernah dipakai, tapi lama-lama terbiasa juga," ungkapnya.

Baca: Bukan Pemeran Video Mesum, Farhan Berharap Polisi Segera Temukan Pelaku dan Penyebar Video

"Itulah tantangan dan perlu peningkatan kualitas lebih lanjut di masa depan," kata dia.

Polisi DJ telah dikerahkan sebelumnya saat festival kembang api di Tokyo di mana banyak orang asing juga hadir saat itu. Festival ini biasanya diselenggarakan pada bulan Agustus.

Demikian juga di saat Tokyo Marathon diselenggarakan (sekitar Februari/Maret) yang dihadiri ratusan ribu peserta dan sekitar 20 persennya adalah orang asing.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help