Direktur PLN Regional Jabar Bersihkan Diri dari Korupsi

Haryanto merasa sangat terkesan sekali dengan kerjanya selama beberapa tahun di Irian Jaya.

Direktur PLN Regional Jabar Bersihkan Diri dari Korupsi
Richard Susilo
Direktur PLN Regional jawa Bagian Barat Haryanto WS 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Direktur PLN Regional Jawa Barat Haryanto WS berusaha membersihkan tempat kerjanya sekarang ini agar dijauhi dari korupsi sekecil apa pun.

"Saya baru tiga bulan menjabat Direktur PLN Regional Jawa Barat. Sebelumnya di Irian Jaya. Pasti akan saya bersihkan semua korupsi sekecil apa pun apabila ada di PLN tempat kerja saya," paparnya khusus kepada Tribunnews.com Selasa ini (31/10/2017).

Haryanto ke Takasago Jepang untuk melepas pengiriman mesin (turbin) pembangkit tenaga listrik dari gas (seberat kira-kira 412 ton) dari MHPS (Mitsubishi Hitachi Power Systems) hari ini menuju Tanjung Priok Jakarta.

Upacara pelepasan berlangsung lancar dengan cukup sederhana, berupa sambutan pihak MHPS dan PLN, penandatanganan prasasti, pelepasan balon dan berfoto bersama.

"Kalau saya di DKI dan Jabar saat ini dengan membangkitkan tenaga listrik 800 MW dianggap biasa, itu kan kerjamu, tetapi kalau saat saya bekerja di Irian Jaya hanya 40 KW saja, orang Irian Jaya umumnya sudah banyak berterima kasih dan berdoa semoga Bapak masuk surga, sehat, sejahtera dan sebagainya. Itu mungkin perbedaannya."

Haryanto merasa sangat terkesan sekali dengan kerjanya selama beberapa tahun di Irian Jaya.

Banyak belajar dari Irian Jaya dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta mendapat banyak berkat dari sana, Haryanto ingin menerapkan "bersih kerja" di tempatnya sekarang DKI dan Jakarta.

"Mudah-mudahan saya bisa kuat menjalankan tugas dengan baik di DKI dan Jabar. KPK saja yang sejak 2009 melakukan pemeriksaan dan pembersihan, sejak 2011 KPK sudah mulai percaya kepada PLN yang sudah bersih saat ini, tidak lagi men survei integritas layanan karena sudah berjalan dengan baik di PLN."

Salah satu penyebabnya karena penggunaan aplikasi IT di mana orang PLN sudah tak bersentuhan dengan uang dan tak bertemu muka dengan masyarakat.

Semua penerimaan uang lewat komputer dan pengajuan listrik juga sudah cepat lewat telpon 123 lalu akan segera ditanggapi dan listrik menyala, "Tidak seperti jaman dulu sampai berbulan-bulan mungkin listrik barulah menyala," tekannya lagi.

Itulah sebabnya peringkat pelayanan cepat PLN kini mencapai peringkat ke-38 terbaik oleh Bank Dunia dan menargetkan 25 terbaik dalam "doing business" di masa mendatang, tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help