Film Ziarah Karya Purba Negara Ditawarkan untuk Diputar di Universitas Jepang

Sutradara film Ziarah, BW Purba Negara mengungkapkan film karyanya itu mendapat penawaran dari sebuah universitas di Jepang untuk diputar di kampusnya

Film Ziarah Karya Purba Negara Ditawarkan untuk Diputar di Universitas Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
B.W. Purba Negara Sutradara film Ziarah 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sutradara film Ziarah, BW Purba Negara (34) mengungkapkan film karyanya itu mendapat penawaran dari sebuah universitas di Jepang untuk diputar di kampusnya.

"Sambutan film saya dari rakyat Jepang ternyata besar sekali, kaget juga saya," kata Purba khusus kepada Tribunnews.com, Senin (30/10/2017).

Salah satunya adanya keinginan seorang pengajar di universitas Jepang yang ingin memutar film nya di universitas itu.

"Ada seorang pengajar universitas Jepang sangat tertarik dengan film saya. Dia mau pinjam katanya untuk penelitian bahan sejarah juga untuk sekolahnya. Jadi mau ditayangkan di universitas tersebut. Nama universitas tolong jangan diumumkan dulu ya mas," kata Purba kepada Tribunnews.com.

Film Ziarah dianggap pengajar Jepang sebagai bagian dari sejarah di Indonesia mengenai kisah seorang nenek bernama Mbah Sri (95) yang berusaha mencari jejak identitas dan keberadaan suaminya yang meninggal saat Perang Dunia II.

Dalam filmnya tersebut terungkap kuburan suaminya ternyata sudah jadi telaga, tanahnya turun sehingga hanya air saja yang terlihat.

Mbah Sri akhirnya tabur bunga di tepi telaga tersebut untuk mengenang suaminya yang tidak pulang dan tak diketahui jenazahnya setelah banyak saksi mengatakan jika suaminya itu ditembak di dekat sebuah jip mobil tentara Belanda.

Kemungkinan dia menjadi sasaran salah tembak yang disangka tentara Belanda karena ada dekat jip mobil tentara Belanda tersebut.

"Saya masih pikir-pikir soal peminjaman film tersebut belum memberikan kepastian kepada pengajar tersebut. Setidaknya perhatian Jepang ternyata sangat besar sekali terhadap film saya yang dikelola pendanaannya secara independen sendiri," tambah Purba yang pertama kali datang ke Jepang ini.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help