MHPS Jepang Mengapalkan Dua Turbin Gas Kelas 880 MW Untuk Listrik PLN di Indonesia

Turbin akan menjadi komponen inti untuk fasilitas turbin gas gabungan gabungan 880 MW

MHPS Jepang Mengapalkan Dua Turbin Gas Kelas 880 MW Untuk Listrik PLN di Indonesia
Richard Susilo
Para direksi MHPS dan Direksi PLN Regional DKI & Jawa Barat berfoto bersama dengan latar belakang turbin MHPS dikirimkan ke Jakarta kemarin 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mitsubishi Hitachi Power Systems, Ltd. (MHPS) telah mengirimkan turbin gas M701F kedua yang dipesan oleh PT.PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara Indonesia kemarin (31/10/2017).

“Kita sudah lama berbisnis dengan PLN dan syukurlah mendapat kepercayaan baik dari PLN untuk membuatkan turbin ini,” papar Masao Ishikawa Managing Director (Managing Executive Officer) MHPS Co.Ltd khusus kepada Tribunnews.com kemarin (31/10/2017).

Turbin akan menjadi komponen inti untuk fasilitas turbin gas gabungan gabungan 880 MW yang dioperasikan oleh PLN di Pulau Jawa di tempat Pembangkit Listrik Tanjung Priok, yang dikenal dengan Proyek Jawa-2. Turbin gas akan mulai beroperasi secara komersial pada 2018.

Sebuah upacara diadakan di fasilitas MHPS di Takasago, menandai pengiriman dan sejarah MHPS yang menyediakan turbin uap untuk pasar Indonesia sejak 1971.

“Perusahaan ini telah menjalin hubungan dekat dengan Indonesia selama hampir 50 tahun, dan membantu mengembangkan pasokan listrik negara tersebut. Upacara tersebut menegaskan kembali sejarah ini, dengan janji untuk lebih memperkuat hubungan kerja sama di masa depan,” tambahnya.

Peserta pada upacara tersebut termasuk Direktur W.S. Haryanto, yang mengawasi wilayah Jawa Barat termasuk Proyek Jawa-2 untuk PLN. Dari MHPS, Managing Executive Officer, Masao Ishikawa, dan Executive Officer, Katsuya Nakamura, hadir dalam upacara tersebut.

Pada bulan November 2016, MHPS memulai kontrak turnkey penuh dengan Mitsubishi Corporation dan perusahaan konstruksi dan teknik lokal Wasa Mitra Engineering untuk peralatan pembangkit listrik GTCC.

Pekerjaan teknik sipil dan pekerjaan konstruksi sedang berlangsung di Tanjung Priok, sebuah kota pelabuhan 10 km timur laut dari pusat ibukota Jakarta. Selain dua turbin gas, MHPS akan memasok dua boiler pemulihan panas knalpot, satu turbin uap, dan peralatan pelengkap lainnya.

MHPS mengirimkan dua turbin gas M701F ke Pembangkit Listrik Cilegon pada tahun 2005, sebagai pengantar pertama turbin gas tipe-F Indonesia. Sejak saat itu, MHPS telah memasok dua turbin gas M701F ke Pembangkit Listrik Muara Karang di tahun 2008, dan dua turbin ke Pembangkit Listrik Tanjung Priok pada tahun 2010.

Selanjutnya, pada tahun 2016 MHPS menerima pesanan untuk sistem pembangkit listrik GTCC dengan satu turbin gas M701F sebagai komponen inti dari kontrak turnkey penuh untuk Pembangkit Listrik Muara Karang.

Semua pesanan ini telah dan akan memberi kontribusi pada perluasan jaringan tenaga listrik Jawa-Bali, yang merupakan jaringan terpenting dalam rencana peralatan pasokan listrik PLN.

MHPS saat ini memegang pangsa tertinggi di pasar Indonesia untuk turbin gas skala besar, termasuk sistem pembangkit listrik gas turbine combined-cycle (GTCC).

Dengan teknologi turbin gasnya, perusahaan akan terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi global dan upaya masyarakat yang berkelanjutan melalui penyebaran fasilitas pembangkit listrik termal dengan efisiensi tinggi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help