DJ Profesional Indonesia Jockie Saputra Diundang Tampil di Jepang Tahun Depan

Jockie Saputra akan berkunjung ke Jepang tahun 2018 untuk menghadiri undangan seorang Disk Jockey (DJ) professional Jepang.

DJ Profesional Indonesia Jockie Saputra Diundang Tampil di Jepang Tahun Depan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
DJ Profesional Indonesia, Jockie Saputra (54) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jockie Saputra akan berkunjung ke Jepang tahun 2018 untuk menghadiri undangan seorang Disk Jockey (DJ) professional Jepang yang membawa masuk musik Funkot (Funny Kota) Indonesia ke Jepang sejak tahun 2000.

"Senang sekali saya kalau bisa diundang ke Jepang sebagai DJ," kata Jockie kelahiran Boyolali 30 Mei 1963 kepada Tribunnews.com, Rabu (8/11/2017).

Di Jepang sendiri ternyata Jockie telah terkenal sebagai legendaris DJ Indonesia terutama dianggap pencipta Funkot dengan berbagai variasinya termasuk penggunaan suara (vocal) beraneka ragam dan berbagai gabungan akustik gaya musik ke dalam musik Funkot.

"Saya dulunya bekerja sebagai karyawan hotel di Bali. Lalu sekitar tahun 1983 memulai karya sebagai DJ di sebuah hotel di Bali yang baru masuk milik orang Jakarta. Sebelumnya melamar di siskotik hotel di Sanur milik orang Bali ditolak karena di sana sudah ada dua DJ yang bekerja sebelumnya," cerita Jockie.

Sedangkan di hotel baru tersebut Jockie juga merasakan dapat pelajaran dari DJ yang ada di sana mulai dari penggunaan tape dan mixer buatan sendiri.

Kemudian turntable (meja putar) technics sampai alat untuk nge-DJ yang terbaru diperolehnya, sehingga memudahkan pekerjaannya sebagai DJ.

Sejak saat itu Jockie semakin melambung dan akhirnya menjadi juara pertama DJ se-Indonesia sekitar tahun 1985.

"Karena juara DJ se–Indonesia bahkan ikutan pula DJ se-Asean, nama saya sebagai DJ semakin melesat dan penawaran pembuatan album musik DJ semain banyak sejak 1985," kata dia.

"Salah satu album saya buatan tahun 1989, masih bentuk kaset dibawa seorang DJ Jepang kemarin dan meminta tanda tangan saya pada album tersebut. Senang juga ada yang perhatikan saya khusus datang DJ itu dari Jepang," tambahnya.

Sampai dengan saat ini pun Jockie masih terus melakukan pekerjaannya sebagai DJ Profesional dan tanggal 11 November mendatang akan hadir di Surabaya sebagai DJ Profesional tamu khusus sebuah klub di sana.

Baca: Orangtua Kaget Putrinya Mengaku Sering Berhubungan Badan dengan Sang Pacar

"DJ dan Funkot saya percaya hidup selamanya. Namun Funkot saat ini tampaknya mulai berkurang karena sering tercitra karena dekat dengan narkoba. Jadi speed musiknya diperlambat dan pengaruhnya hanya sampai ke alkohol jadi aman," kata dia.

Sebenarnya menurut Jockie, Funkot itu bagus dan yang terpengaruh, mungkin karena alunan speed musik cepat itu sampai 180-190, jadinya penggemar atau yang mendengar musik tersbebut jadi tambah exciting dan tidak sedikit lari ke narkoba.

"Kita sendiri sebagai DJ sih tak masalah, semua baik-baik saja bisa jaga diri tak terpengaruh narkoba tersebut. Tapi fans kita ini memang tampaknya tak sedikit yang terpengaruh speed lagu Funkot tersebut, sehingga lari ke narkoba khususnya ekstasy," ujarnya.

Funkot memiliki kelas masyarakat menengah ke atas dan sejak tahun 2000 dipopulerkan DJ Profesional Katsumi Takano alias Mandokoro atau Jet Baron memasuki pasar Jepang hingga kini.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help