Kejaksaan Jepang Ganti Mikajimeryo Jadi Yojinbodai, 3 Tersangka Ditangkap, 7 Lainnya Dilepaskan

Kantor kejaksaan Nagoya melepas 7 orang tersangka dengan catatan lepas bersyarat.

Kejaksaan Jepang Ganti Mikajimeryo Jadi Yojinbodai, 3 Tersangka Ditangkap, 7 Lainnya Dilepaskan
NHK
Kantor Kejaksaan Nagoya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai November 2017 pihak kejaksaan dan otoritas Jepang mengganti istilah Mikajimeryo menjadi Yojinbodai atau uang proteksi atau uang perlindungan yang ditarik mafia Jepang (Yakuza) dari banyak toko di Jepang.

Kali ini 3 orang ditangkap 7 lainnya dilepaskan Jumat (10/11/2017) kemarin akibat perbuatan yang melanggar UU Anti Yakuza itu.

"Dari 10 yang ditangkap polisi Jepang, 3 tetap ditangkap dan 7 dilepaskan dengan syarat percobaan termasuk bos Kodokai Nagoya, pendukung utama Yamaguchigumi," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (11/11/2017).

Baca: Donald Trump Duduk Berdampingan dengan Iriana Jokowi saat Gala Dinner KTT APEC

Kantor kejaksaan Nagoya melepas 7 orang tersangka dengan catatan lepas bersyarat serta percobaan karena secara UU Anti yakuza meskipun tidak melakukan, sebagai pimpinan tetap terkait tindak pidana pemerasan dalam bentuk uang proteksi tersebut.

Para pelaku 10 orang melakukan pemerasan dan meminta uang proteksi atau Yojinbodai antara Desember 2016 sampai dengan Mei 2017 kepada beberapa restoran dan toko di Nagoya.

Tiga pelaku penerima uang proteksi ditangkap dan tetap ditahan dan lainnya bebas bersyarat saat ini.

Baca: Mungkinkah Status Tersangka Baru Setya Novanto Mendamaikan KPK dan Polri?

Teruaki Takeuchi (57) bos Kodokai dilepas kembali dengan percobaan oleh Kejaksaan Nagoya.

Takeuchi diperkirakan akan menduduki posisi pimpinan di masa depan di dalam Yamaguchigumi yang saat ini dipegang bos Shinobu Tsukasa yang dulu juga bos Kodokai.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help