Pegawai Mitsui & Co Jepang Gelapkan Uang Perusahaan Hampir 200 Juta Yen

Polisi Perfektur Miyagi telah menahan seorang mantan karyawan anak perusahaan perdagangan Mitsui & Co di Sendai yang dicurigai melakukan penggelapan.

Pegawai Mitsui & Co Jepang Gelapkan Uang Perusahaan Hampir 200 Juta Yen
Asahi
Mitsui Bussan Plant System 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kejahatan kerah putih di Jepang tidak hanya dilakukan oleh orang biasa tetapi juga dilakukan karyawan perusahaan besar saat ini seperti Mitsui & Co.

"Polisi Perfektur Miyagi telah menahan seorang mantan karyawan anak perusahaan perdagangan Mitsui & Co di Sendai yang dicurigai melakukan penggelapan hampir 200 juta yen," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (11/11/2017).

Pada 18 kesempatan selama periode empat bulan yang berakhir pada bulan Juli 2015, Katsura Kitamura--mantan karyawan berusia 49 tahun di Mitsui Bussan Plant System--diduga menjual sekitar 10 juta yen prangko pendapatan ke pasar tiket sekitar 9,6 juta yen secara tunai.

Baca: Mungkinkah Status Tersangka Baru Setya Novanto Mendamaikan KPK dan Polri?

Investigasi internal yang dilakukan pada musim panas tahun 2016 mengakibatkan ditemukannya dana yang disalahgunakan.

"Kitamura, yang telah dituduh melakukan penggelapan perusahaan, mengakui tuduhan tersebut," kata Kantor Polisi Sendai Chuo.

Menurut polisi, setelah dilakukan pengusutan lebih mendalam ternyata Kitamura diyakini telah menjual sekitar 170 juta yen prangko pendapatan ke toko tersebut sampai dengan tahun 2016 dan menerima uang penggelapan secara tunai.

Baca: Donald Trump Duduk Berdampingan dengan Iriana Jokowi saat Gala Dinner KTT APEC

Pertumbuhan ekonomi Jepang yang praktis masih flat saat ini berkisar nol sampai satu persen, sedangkan harga berbagai produk mulai naik di Jepang, membuat beberapa warga Jepang kesulitan keuangan.

"Sehingga meningkatkan moral hazard atau keinginan jahatnya termasuk karyawan di perusahaan besar seperti Mitsui & Co. tersebut," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help