Berdalih Ingin Tegakkan Kedisiplinan, Kepala Sekolah Ini Ikat dan Cekik Leher Muridnya

Baru-baru ini seorang kepala sekolah sebuah Taman Kanak-kanak (TK) dipergoki melakukan tindakan di luar batas.

Berdalih Ingin Tegakkan Kedisiplinan, Kepala Sekolah Ini Ikat dan Cekik Leher Muridnya
World of Buzz
Siswa di TK ini diikat dan dicekik sebagai metode disiplinnya. 

TRIBUNNEWS.COM, MALAYSIA - Baru-baru ini seorang kepala sekolah sebuah Taman Kanak-kanak (TK) dipergoki melakukan tindakan di luar batas.

Melansir dari World of Buzz pada Rabu (15/11/2017) sosok ini adalah kepala sekolah dari sebuah TK di Setapak, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada tanggal 4 November, Teng Aai Hong (36) seorang orangtua murid mendapati putrinya mengikat dan mencekik saudara laki-lakinya yang berusia 2 tahun menggunakan serbet di rumahnya.

Ketika ia bertanya kepada putrinya yang berusia 5 tahun dan menanyakan mengapa ia melakukan hal tersebut, ia mendapatkan jawaban yang mengejutkan.

"Saya memarahi dia dan bertanya mengapa dia melakukan hal itu. Ia mengatakan bahwa hal itu biasa dilakukan gurunya saat ia nakal" kata Teng pada sebuah konferensi pers di Wisma MCA, Malaysia, Selasa (14/11/2017).

Baca: Masakannya Diprotes, Pemilik Kedai Makanan Ini Guyur Minyak Panas ke Pelanggannya

Beberapa hari setelah ia mengetahui tindakan mengerikan yang diterima putrinya tersebut, ia langsung menghadap kepala sekolah TK tersebut.

"Ia mengaku mengikat putriku, tapi ia mengklaim bahwa dia tidak melakukan kesalahan kaena itu adalah metode untuk mendisiplinkan murid-muridnya" jelasnya.

Tak cukup sampai di situ, sang kepala sekolah pun ingin menunjukkan bagaimana ia melakukannya dengan mencoba mengikat murid lain!

Sejak menghadap kepada kepala sekolah tersebut, Teng pun langsung membawa anak perempuannya keluar dari taman kanak-kanak tersebut dan melaporkan kasus ini kepada polisi.

Kepala Departemen Pelayanan Publik dan Keluhan MCA, Datuk Seri Michael Chong, yang juga hadir di konferensi pers tersebut menyatak bahwa kepala sekolah harusnya tahu lebih baik untuk memperlakukan anak-anak.

Karena hal ini juga akan berpengaruh kepada sekolah mereka.

Kasus ini pun langsung diselidiki oleh pihak berwenang. (*)

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help