Marissa Haque Ternyata Pengagum Romo Franz Magnis Suseno

Meskipun demikian Marissa masih tetap mendoakan Ahok agar selesai penjaranya.

Marissa Haque Ternyata Pengagum Romo Franz Magnis Suseno
Ist
Marissa Haque paling kanan bersama teman-teman pengajiannya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Marissa Haque (55) ternyata pengagum Romo Franz Magnis Suseno yang dianggapnya selalu sopan dan santun dalam berkomentar.

"Ya saya pengagum Romo Franz Magnis Suseno yang sopan dan santun dalam bertutur kata. Saya pun banyak sahabat Chinese yang Katolik," papar Marissa khusus kepada Tribunnews.com Jumat ini (17/11/2017).

Seandainya, tambahnya, Basuki Purnama (Ahok) bisa bertutur kata manis seperti itu, maka baiklah semuanya.

"Ahok pernah kerja bagus untuk taman DKI dan pengerukan sampah sungai Ciliwung. Tapi sangat buruk soal reklamasi teluk Jakarta dan RS Sumber Waras," komentarnya lagi.

Bagi Marissa, pemimpin wajib santun serta berbahasa sekelas diplomat.

"Ahok tidak memiliki itu, sehingga di mata saya Ahok jadi banyak kekurangannya. Dulu memang saya sempat suka sama Ahok tetapi tidak lagi sekarang," tekannya.

Meskipun demikian Marissa masih tetap mendoakan Ahok agar selesai penjaranya.

"Karena di bawah lima tahun hak politiknya tidak hilang, dia bisa jadi Gubermur di tanah kelahirannya, atau Menteri, atau Duta Besar bukan?"

Meskipun demikian ada pula pesan Marissa kepada Ahok.

"Asal satu pesan saya, Ahok harus lebih santun, terutama ketika jadi Duta Besar, tidak mungkin menjadi Dubes dengan modal isi kebun binatang ke luar semua bukan?"

Selain itu Marissa juga mendoakan yang terbaik untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno agar lancar menjalankan amanah yang diberikan sebagian besar rakyat Jakarta.

Betul saya masih bersaudara dengan Sandiaga Uno, "Tapi tidak semua saudara memilih saudara, terbukti Soraya Haque memuja Ahok bukan?"

Marissa pun memilih Anies Sandi bukan karena bersaudara tapi karena program kerja dan kesantunan dalam perpolitik, pemilihan frasa dan diksi.

"Tidak ada kata-kata jahat dan kasar yang diungkapkan. Saya bisa belajar banyak cara mereka berdua berpolitik santun, semoga selalu istiqomah. Doaku...," tekan Marissa lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help