Tamaki Masayuki: Asosiasi Pesumo Jepang Banyak Masalah

Profesor Universitas Toin Yokohama Tamaki Masayuki, blak-blakan mengungkapkan Asosiasi Pesumo Jepang banyak masalah.

Tamaki Masayuki: Asosiasi Pesumo Jepang Banyak Masalah
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tamaki Masayuki, Profesor Universitas Toin Yokohama dan juga penulis berita olahraga terkenal di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Universitas Toin Yokohama dan juga penulis berita olahraga terkenal di Jepang, Tamaki Masayuki, blak-blakan mengungkapkan Asosiasi Pesumo Jepang jelek dan banyak masalah.

"Asosiasi pesumo Jepang memang jelek dan banyak masalah," kata pria kelahiran Kyoto 65 tahun lalu ini di TBS TV, Jumat (17/11/2017).

Penulis olahraga profesional dan senior Jepang itu mengacu kepada kasus pesumo muda Takanoiwa yang dipukuli puluhan kali oleh Yokozuma (pesumo tertinggi) Harumafuji 26 Oktober lalu.

"Kalau asosiasi bagus, mereka bisa segera pecahkan dan selesai sebelum turnamen sumo dimulai. Kini malah dikatakan setelah turnamen selesai akan diselesaikan, ini bagaimana sih?" kata dia.

Baca: Pesumo Jepang Dipukuli Puluhan Kali, Sang Kakak Stres Tak Bisa Menyusui Bayinya Lagi

"Asosiasi olahraga lain umumnya langsung menyelesaikan masalah, tak peduli ada turnamen olahraga atau tidak," tambahnya.

"Kelompok pesumo dengan pemimpin asosiasi yang sekarang dan juga di waktu-waktu lalu memang punya banyak kelemahan seringkali tak bisa memecahkan masalah. Kalau ada masalah kebanyakan disuruh selesaikan sendiri oleh yang bersangkutan. Padahal pihak asosiasi bisa jadi penengah yang baik untuk memecahkan masalah," kata dia.

Masalahnya, menurut Tamaki Masayuki ada di para pimpinan asosiasi tersebut yang lebih mementingkan diri sendiri selama ini ketimbang kepentingan kelompok dan orang banyak serta anggotanya.

Tak heran kalau kasus keterlibatan dengan mafia Jepang (yakuza) juga seringkali terdengar di dunia pesumo, termasuk soal judi dan narkoba.

"Dunia pesumo Jepang tampaknya kurang tertata dengan baik, padahal inilah olahraga tradisional Jepang yang sangat dicintai rakyatnya dan menyebar luas bukan hanya di Jepang tetapi ke negara lain. Namun asosiasinya jelek sekali para pesumo ini, saya tak habis mengerti," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help