Wawancara Khusus Pengusaha Jerman Penjual Keperawanan Rp30,6 Miliar

Bebas dan legal di Jerman dan kami membayar pajak sebagai sebuah lembaga resmi di Jerman

Wawancara Khusus Pengusaha Jerman Penjual Keperawanan Rp30,6 Miliar
Richard Susilo
Aleexandra Kefren, gadis 18 Tahun yang berhasil dijual 2 juta poundsterling untuk keperawanannya kepada pengusaha Hong Kong 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penjualan keperawanan gadis 18 tahun laku dengan harga 2 juta pound (Rp.30,6 Miliar) kepada pengusaha Hong Kong berasal dari perusahaan di Jerman, Cinderella Escort dan Tribunnews.com berhasil mewawancarai pimpinannya yang tak mau disebutkan namanya sebagai berikut.

Semua calon gadis yang mau dijual harus melalui tes psikologi? Apa bisa dilakukan tanpa bertemu orangnya?

"Kalaupun anda bertemu langsung dengan wanita itu saat pengetesan, apakah anda yakin bisa menganalisa sempurna wanita tersebut? Jadi mereka perlu mengirimkan hasil tes psikologinya dari seorang ahli psikologi. Sertifikatnya dikirimkan kepada kami. Ini jadi dasar pemilihan wanita yang kita perjualkan."

Memperjualkan wanita dan seks bebas ya di Jerman?

"Bebas dan legal di Jerman dan kami membayar pajak sebagai sebuah lembaga resmi di Jerman."

Bagaimana menghadapi resiko operasi usaha anda ini yang mungkin di beberapa negara mungkin ditentang habis-habisan, atau bahkan akan muncul ancaman terhadap usaha ini?

"Tidak benar ada resiko operasi usaha kami ini. Dalam penulisan profil setiap wanita yang dijual kita menuliskan semuanya serba Jerman, dan pertemuan juga dilakukan di Jerman sebagai alasan hukum supaya tidak melanggar hukum. Jadi wanita itu tidak akan melakukan kesepakatan di luar Jerman. Dengan demikian semua akan berlangsung secara sah karena semua transaksi dan kegiatan akan berada di Jerman yang sah 100% secara hukum."

Apakah anda benar-benar badan yang resmi?

"Tentu saja kami badan usaha yang resmi 100% tercatat di pemerintah Jerman dan kami membayar pajak dengan baik, mengikuti semua hukum yang ada di Jerman."

Dengan demikian, tambahnya, usaha Cinderella Escort adalah resmi dan tidak beresiko serta bukan usaha kriminal karena sesuai dengan hukum Jerman dan dilakukan di dalam Jerman segalanya.

Berbagai wanita ditransaksikan oleh perusahaan ini. Wanita tersebut memang dari berbagai negara di dunia. Namun tidak ada yang berasal dari Indonesia. Kebanyakan dari Eropa dan Amerika.

Namun pada saat transaksi semuanya dilakukan di Jerman sehingga sang wanita harus ke Jerman dan bertemu dengan calon pembelinya, lalu melakukan "date" di Jerman pula.

Itulah yang dilakukan Cinderella Escort dengan penghasilan mengambil sedikitnya 20% dari hasil penjualan tersebut.

Bisa dibayangkan seorang gadis terjual dengan harga sekitar Rp.30 miliar. Berarti sang pengusaha Cinderella Escort mendapatkan uang sedikitnya Rp.6 miliar.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help