Main PSK Jepang Bayar Puluhan Ribu Yen, Malah Kehilangan Jam 10 Juta Yen

Nakamura, dituduh melakukan pencurian, dan tersangka memang mengakui tuduhan tersebut.

Main PSK Jepang Bayar Puluhan Ribu Yen, Malah Kehilangan Jam 10 Juta Yen
Richard Susilo
Sebuah jam tangan Patek Philippe yang berharga sekitar 10 juta yen 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang sumber Tribunnews.com hari Senin ini (20/11/2017) sambil tertawa memberitahukan adanya berita menarik kepada Tribunnews.com.

"Maukah kamu saya berikan berita menarik?" tanyanya sambil tertawa yang membuat Tribunnews.com semakin penasaran ingin tahu.

Maka mulailah dia bercerita kasus penangkapan seorang PSK oleh polisi Perfektur Hyogo temannya sendiri, karena wanita PSK tersebut ternyata mencuri jam tangan eksklusif Patek Philippe berharga sekitar 10 juta yen dari konsumennya setelah selesai bermain seks di sebuah hotel.

"Kejadiannya sih sudah agak lama sekitar 7 Juni 2015 jam 1 pagi dinihari," ungkapnya.

Kayoko Nakamura, seorang warga kota Yao di Osaka, berusia 27 tahun diduga mencuri arloji Patek Philippe & Co dari pria, 61, di dalam hotel di Kobe.

Nakamura, dituduh melakukan pencurian, dan tersangka memang mengakui tuduhan tersebut. "Saya mencurinya setelah bermain seks dan menjual jam tangan curian itu," kata Nakamura kepada polisi di Kantor Polisi Ikuta Osaka.

Sekitar pukul 08.30 pagi setelah bangun tidur, pemilknya melihat jam tangan mahalnya telah hilang dan langsung melapor kan kejadian tersebut kepada polisi.

Lelaki itu mengakui memanggil PSK ke kamar hotelnya lalu tertidur. Sebelumnya telah membayar sekitar 30.000 yen untuk bermain seks. Ketiduran, lalu malah kehilangan jam tangan mahalnya berharga sekitar 10 juta yen.

Setelah pengusutan dan penyelidikan lebih lanjut akhirnya baru minggu lalu, Jumat (17/11/2017) polisi akhirnya menangkap Nakamura yang mengakui perbuatannya tersebut dan uangnya telah habis untuk mengongkosi biaya kehidupannya selama ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help