BBC

Emmerson ‘Buaya’ Mnangagwa, calon presiden Zimbabwe yang dilatih di Cina

Sudah menjadi rahasia umum di Zimbabwe bahwa selama bertahun-tahun Emmerson Mnangagwa ingin menggantikan Robert Mugabe sebagai presiden.

Sudah menjadi rahasia umum di Zimbabwe bahwa selama bertahun-tahun Emmerson Mnangagwa ingin menggantikan Robert Mugabe sebagai presiden.

Mugabe sendiri tampak plin-plan. Pada 2014, Mnangagwa diangkat sebagai wakil presiden. Oleh istri Mugabe, Grace, mantan menteri kehakiman itu disebut sosok yang "setia dan disiplin". Pengangkatan tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Mnangagwa adalah 'putra mahkota' yang bakal menjadi presiden.

Namun, awal November ini, Mnangagwa dipecat dari posisinya. Menteri Informasi Zimbabwe mengatakan sang wakil presiden "menunjukkan perilaku ketidaksetiaan".

Pemecatan ini membuat pria yang dijuluki 'buaya' tersebut balik menggigit melalui sokongan sahabatnya, panglima militer Constantino Chiwenga.

zimbabwe
AFP
Panglima militer Constantino Chiwenga (kiri) adalah sahabat dekat Emmerson Mnangagwa.

Beberapa hari setelah Mnangagwa dipecat, militer Zimbabwe menguasai Ibu Kota Harare dan menempatkan Mugabe sebagai tahanan rumah.

Kini, setelah Mugabe mengundurkan diri, jalan terbuka bagi Mnangagwa untuk berkuasa. Apalagi, ketua partai berkuasa Zanu-PF mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Mnangagwa akan diangkat menjadi presiden "dalam 48 jam" mendatang.

Meski demikian, siapapun yang berharap bahwa Mnangagwa akan berbuat banyak untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia di Zimbabwe, kemungkinan salah.

Sejumlah kritikus menilai ada darah di tangan pria berusia 71 tahun itu.


Sosok Emmerson Mnangagwa

  • Dijuluki 'buaya' karena kecerdikannya di ranah politik. Julukan itu sedemikian melekat sehingga faksi yang dipimpinnya di tubuh Partai Zanu-PF dinamai 'Lacoste'—merk pakaian berlambang buaya.
  • Mendapat pelatihan militer di Cina dan Mesir.
  • Disiksa pasukan Rhodesia setelah 'gerombolan buaya' pimpinannya menggelar serangan.
  • Salah satu tokoh dalam perang kemerdekaan Zimbabwe pada era 1970-an.
  • Menjadi kepala intelijen Zimbabwe pada konflik sipil 1980-an. Ketika itu, ribuan warga sipil dibunuh, namun dia membantah punya peranan dalam pembantaian dan menyalahkan tentara.
  • Dipandang sebagai tokoh kunci dalam hubungan antara militer, badan intelijen, dan Partai Zanu-PF.
  • Dituduh mendalangi serangan terhadap pendukung oposisi setelah pemilu 2008.

Mereka yang terlibat dalam perang kemerdekaan pada 1970-an, seperti Mnangagwa, telah lama memonopoli kekuasaan di Zimbabwe.

Didorong kekhawatiran bahwa kekuasaan itu akan lenyap jika Grace Mugabe menggantikan posisi suaminya, mereka pun bertindak.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help