Pajak Penggunaan Lapangan Golf Jepang Akan Dihapuskan

Berdasarkan fakta bahwa pajak penggunaan lapangan golf adalah sumber keuangan kotamadya.

Pajak Penggunaan Lapangan Golf Jepang Akan Dihapuskan
NHK
Rapat Federasi anggota partai liberal dan asosiasi lain mengenai pajak penggunaan lapangan golf Rabu ini (22/11/2017) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sampai dengan saat ini setiap orang yang datang ke lapangan golf dan bermain golf dikenakan pajak penggunaan lapangan golf. Namun di masa depan pajak ini akan dihapuskan.

Rasanya tidak adil adanya pajak penggunaan lapangan golf di dalam olahraga," papar para anggota Federasi Asosiasi Promosi Golf dari Partai Demokrat Liberal dan organisasi lainnya dalam rapat Rabu ini (22/11/2017).

Oleh karena itu mereka akhirnya mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan penghapusan pajak tersebut dengan revisi.

Pada pertemuan tersebut, berbagai anggota yang terlibat dalam kelompok golf menghadiri kursus nasional dan pajak penggunaan lapangan golf, pada prinsipnya selama ini dikenakan 800 yen per orang saat datang dan bermain golf di lapangan golf.

Mantan Wakil Ketua DPR Seijiro Eto mengatakan, "Hanya golf adalah olahraga yang luks, tetapi digunakan pajak pemakaian. Kalau dipikir ya aneh juga bukan? Apalagi menghadapi Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade pada tahun 2020. Jadi wajar kalau dihapuskan pajak penggunaan lapangan golf tersebut."

Selain itu, Badan Olahraga yang mencari penghapusan juga mengusulkan sebuah rencana untuk mengumpulkan sumbangan 200 yen per orang dari pengguna saat penghapusan tersebut direalisasikan.

Berdasarkan fakta bahwa pajak penggunaan lapangan golf adalah sumber keuangan kotamadya.

"Golf adalah olahraga seumur hidup yang sekitar 10% orang mengenalnya dan sangat tidak adil untuk dikenai pajak hanya untuk penggunaan lapangan golf dalam olahraga," katanya lagi.

Dalam waktu depan kita akan mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan penghapusan pajak penggunaan lapangan golf dengan revisi sistem perpajakan Jepang saat ini, tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help