Sembilan Yakuza Jepang Ditangkap Karena Peras Pemilik Toko di Akasaka

Permintaan uang sekitar 3,5 juta yen per toko dalam bentuk tunai sebagai uang proteksi atau perlindungan terhadap toko tersebut.

Sembilan Yakuza Jepang Ditangkap Karena Peras Pemilik Toko di Akasaka
Richard Susilo
Daerah Akasaka di Tokyo Jepang banyak toko hiburan, restoran dan minuman 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di tengah hari libur Kamis ini (23/11/2017) di Jepang, polisi Metropolitan Tokyo tetap bekerja dan menangkap 9 orang anggota mafia Jepang (yakuza) dari kelompok Sumiyoshikai karena memeras pemilik toko di daerah Akasaka Tokyo.

"Sembilan anggota gengster telah ditangkap polisi karena memeras toko di daerah Akasaka sehingga para pemilik toko merugi sedikitnya 40 juta yen," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (23/11/2017).

Salah pimpinannya yang ditangkap adalah Shintanotani Shunyuki (50).

Antara Januari hingga September 2017 sebanyak 9 orang anggota yakuza tersebut minum makan di toko-toko yang ada di daerah Akasaka Minatoku Tokyo tanpa membayar bahkan mengancam merusak toko apabila tak mau memberikan uang proteksi kepada mereka.

Permintaan uang sekitar 3,5 juta yen per toko dalam bentuk tunai sebagai uang proteksi atau perlindungan terhadap toko tersebut.

Per bulannya sekitar 100.000-200.000 yen disetorkan oleh banyak toko yang ada di sana dan terkumpul sampai dengan kini kerugian sedikitnya 40 juta yen uang tunai masuk ke kas para gengster yakuza tersebut.

Uang pemerasan tersebut (mikajimeryo) juga terjadi di daerah termahal di Jepang, Ginza Tokyo dan banyak toko memberikan uang proteksi tersebut bahkan sebuah toko memberikan 6 juta yen per bulan kepada gengster Yamaguchigumi yang melindungi daerah Ginza tersebut untuk dunia malamnya.

Kepala kepolisian nasinal Jepang Masayoshi Sakaguchi(59), belum lama ini menginstruksikan kepada para anggota kepolisian untuk menghancurkan yakuza di Jepang apalagi menjelang Olimpiade 2020 mendatang haruslah bersih, tekannya belum lama ini.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help