7 Awak Kapal Jepang yang Kecelakaan di Kepulauan Okinawa Ditemukan Selamat, 5 di Antaranya WNI

Tujuh nelayan kapal Gyotokumaru No.1 yang kecelakaan dan tenggelam di lautan Kepulauan Okinawa sekitar Senin lalu ditemukan dalam keadaan selamat.

7 Awak Kapal Jepang yang Kecelakaan di Kepulauan Okinawa Ditemukan Selamat, 5 di Antaranya WNI
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sebanyak 7 awak kapal (2 warga Jepang dan 5 warga Indonesia) selamat dari kecelakaan laut kini berada di Filipina. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tujuh nelayan kapal Gyotokumaru No.1 yang kecelakaan dan tenggelam di lautan Kepulauan Okinawa sekitar Senin (20/11/2017) lalu ditemukan dalam keadaan selamat.

Mereka terdiri dari dua nelayan Jepang dan 5 nelayan Indonesia, dan kini tengah berada di Filipina.

"Kecelakaan di Samudra Pasifik sekitar 2.200 km sebelah selatan Okinawa menggunakan kapal nelayan tuna dari Kota Naha, ternyata tabrakan di tengah laut, yang menyebabkan kapal tenggelam," ungkap sumber Tribunnews.com dari Divisi ke-11 Satuan penjaga pantai Jepang.

Mereka tabrakan dengan kapal Filipina dan kini dalam kondisi sehat sekitar 25 atau 26 November mendatang akan pulang kembali ke Jepang.

Baca: Air Mata Deisti Tak Lagi Terbendung Kala Menjenguk Setya Novanto di Tahanan

Kapten Masahiko Tamaki (62) dan kepala instruktur Hidekazu Ikei (49) termasuk lima warga negara Indonesia dinyatakan selamat.

Menurut Asosiasi Koperasi Perikanan Jepang, tujuh orang sedang menunggu di Davao Filipina karena kapal nelayan tersebut bertabrakan dengan kapal besar dan diselamatkan oleh kapal lainnya.

Kapal tersebut tabrakan dengan kapal pengangkut ikan segar yang terdaftar di Filipina dengan bobot 171 ton.

Sedangkan kapal Jepang yang tenggelam dengan bobot 20 ton.

Baca: Cerita Korban Penyanderaan: Tak Boleh Lagi Berkeliaran Mulai Jam 6 Sore, Listrik pun Dimatikan

Kapal patroli penjaga pantai Jepang Divisi ke-11 memutuskan untuk memeriksa situasi kerusakan kapal nelayan.

Di sisi lain, mengenai kembalinya kapten dan chief engineer, dikatakan bahwa koperasi perikanan akan memulangkan semua nelayan sekitar 25 atau 26 November mendatang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help