Yen Melemah, Penghasilan Asuransi Jiwa Jepang Meningkat Dari Penjualan di Luar Jepang

Empat kelompok asuransi jiwa utama mengumumkan hasil sementara pendapatan preminya setengah tahun dari bulan April sampai September.

Yen Melemah, Penghasilan Asuransi Jiwa Jepang Meningkat Dari Penjualan di Luar Jepang
NHK
Pimpinan perusahaan asuransi Jepang jumpa pers Jumat ini (24/11/2017) mengumumkan hasil laporan keuangannya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Empat perusahaan besar asuransi jiwa Jepang meningkat pendapatannya per laporan keuangan September 2017. Hal ini dilaporkan resmi keempat perusahaan Jumat ini (24/11/2017) kepada pers.

"Pendapatan penghasilan premi asuransi jiwa kami naik per 30 September 2017 karena obligasi mata uang asing yang dipegang dengan latar belakang tren depresiasi yen meningkat," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (24/11/2017).

Empat kelompok asuransi jiwa utama mengumumkan hasil sementara pendapatan preminya setengah tahun dari bulan April sampai September.

Dua dari empat perusahaan tersebut berkinerja baik di luar negeri sehingga terjadi peningkatan pendapatan, melebihi periode tahun lalu. Dukungan bisnisnya di luar Jepang justru membuat penghasilan konsolidasinya menjadi baik sekali saat ini.

"Keuntungan dasar" yang merupakan basis bisnis inti Nippin Life adalah 344,9 miliar, atau 0,7% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara Dai-ichi Life Holdings meningkat 42,8% menjadi 303,2 miliar yen.

Sedangkan Meiji Yasuda Life meningkat sebesar 24,7% menjadi 273,2 miliar yen, dan Sumitomo Life juga meningkat 23% menjadi 168,3 miliar yen.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bunga obligasi luar negeri yang dipegang oleh yen terdepresiasi terhadap latar belakang menjadi meningkat.

Di Jepang, pasar asuransi jiwa menyusut dan lingkungan operasi yang bersang sangat keras terus berlanjut karena suku bunga sangat rendah.

Masing-masing perusahaan memiliki produk asuransi pensiun yang menerima lebih banyak pensiun saat hidup lebih lama, asuransi terhadap penyakit membuat tidak mungkin bekerja.

"Hal ini adalah kebijakan untuk memperkuat produk yang merespon perubahan sosial seperti tingkat kelahiran yang rendah dan aging population serta terlambat menikah, seperti incapacity insurance yang bisa menerima uang jadi fokus pemasaran di Jepang saat ini," tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help