Mulai Tahun Depan Arab Saudi Akan Terbitkan Visa Turis

Pengeluaran pariwisata akan dialokasikan sampai US$ 47 miliar pada tahun 2020. Sejumlah proyek ambisius akan segera diumumkan dalam waktu dekat

Mulai Tahun Depan Arab Saudi Akan Terbitkan Visa Turis
Tribunnews.com, Adi Suhendi
Jamaah haji di Masjidil Haram 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Meski sudah menggaet jutaan pengunjung muslim dari penjuru dunia untuk ziara ke Mekkah, Arab Saudi berencana mengundang turis konvensional ke negaranya lewat pintu pariwisata. Untuk itu, negara penghasil minyak terbesar dunia ini akan menerbitkan visa wisatawan turis perdananya pada 2018 mendatang.

"Targetnya adalah orang yang ingin merasakan pengalaman dan kebesaran dari negara ini." kata Pangeran Sultan bin Salman, Kepala Pariwisata dan Komisi Warisan Nasional Arab Saudi pada CNN Money, Rabu (22/11).

Sebelumnya, visa ke Saudi hanya terbatas untuk pekerja dan kunjungan ke Kota Suci. 

Langkah Saudi mengundang wisatawan merupakan salah satu cara mengurangi ketergantungan negara ini dari minyak. Saudi berniat menggaet 30 juta pengunjung per tahun, pada tahun 2030. Angka ini lebih tinggi dari 18 juta turis pada 2016. 

Pengeluaran pariwisata akan dialokasikan sampai US$ 47 miliar pada tahun 2020.  Sejumlah proyek ambisius akan segera diumumkan dalam beberapa waktu ke depan. 

Salah satunya, membangun resor sepanjang 100 mil di sepanjang pesisir Laut Merah. Negarai ni juga berencana membuka taman hiburan Six Flags tahun 2022.

Baca: Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Larang Jamaah Selfie di Masjidil Haram

Putra Mahkota Muhammad bin Salman, yang akan memimpin liberalisasi ekonomi Saudi, berencana mengungkapkan proyek pembangunan meptorpolis senilai US$ 500 miliar di perbatasan dengan Mesir dan Jordan. 

Nikola Kosutic, Senior Research Manager di Euromonitor menilai, Saudi emiliki potensial wisata yang besar, didukung kondisi suhu, sejarah, dan warisan buadaya.

"Tapi, Saudi dikelilingi negara dengan politik tak stabil, sehingga masalah keamanan menjadi hal penting," ungkapnya.

Sanny Cicilia/Sumber: CNN Money
 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help