Jetro Jepang Ingin Buah Indonesia Sebanyak Mungkin Masuk Pasar Jepang

Pihak Jetro akan memperhatikan keinginan Indonesia yang besar itu dan akan mempelajari lebih lanjut.

Jetro Jepang Ingin Buah Indonesia Sebanyak Mungkin Masuk Pasar Jepang
Richard Susilo
Yuri Sato, Vice President Jetro 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Badan perdagangan luar negeri Jepang (Jetro) ternyata juga menginginkan buah-buahan Indonesia memasuki pasar di Jepang dengan lebih mudah dan lebih banyak lagi.

"Kita melihat sejak kerjasama ekonomi kedua pihak dilakukan tahun 2008 (IJEPA), keinginan Indonesia untuk mengekspor buah-buahan ke Jepang memang tinggi," papar Yuri Sato, Vice President.

Bahkan kini duta besar Indonesia yang baru di Jepang Arifin Tasrif kembali mengungkapkan kepada Jetro untuk membantu Indonesia agar bisa mengespor buah-buahan ke Jepang.

"Buah-buahan Indonesia memang enak dan bagus memang kalau masuk Jepang. Sementara buah-buahan dari Chili dan Meksiko bisa masuk Jepang, mestinya ya buah-buahan dari Indonesia juga bisa masuk Jepang pula," tambahnya.

Upaya besar memasukkan buah-buahan Indonesia ke jepang seperti nanas, manggis, mangga dan sebagainya disampaikan secara terbuka oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita siang ini kepada peserta seminar bisnis Indonesia Jepang yang dibuat Jetro serta dalam makan siang dengan Chairman Jetro siang ini (29/11/2017).

Pihak Jetro akan memperhatikan keinginan Indonesia yang besar itu dan akan mempelajari lebih lanjut.

"Kita akan lihat kemungkinan dan hambatan yang ada, pelajari lebih lanjut dan akan mencoba membantu Indonesia supaya buah-buahannya bisa masuk pasar Jepang," papar Sato lagi.

Berbagai persyaratan memasuki pasar Jepang untuk buah-buahan, bukan hanya mematikan serangga buah tetapi telor serangga yang mungkin ada di dalam buah juga harus dimatikan supaya tidak masuk ke Jepang.

Demikian pula pengalokasian tanah seluas sekian meter persegi untuk membibit buah dengan baik agar terjauhkan dari segala penyakit dan serangga tampaknya menjadi salah satu persyaratan Jepang di samping juga berbagai peralatan kelengkapan pembibitan dan pengembangan buah-buahan yang mesti melengkapi kesempurnaan pengamanan buah di Indoensia sebelum di ekspor ke Jepang.

Termasuk pula akan ada penilaian atau inspeksi dari pihak Jepang ke Indonesia untuk melihat tempat pembibitan buah tersebut. Hal itu semua merupakan berbagai persyaratan yang diinginkan Jepang sebelum buah Indonesia bisa memasuki pasar Jepang, ungkap sumber Tribunnews.com yang lain.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help