Menteri Jepang Ikut Prihatin Bencana Alam Gunung Agung di Bali Indonesia

Kami sangat prihatin dengan keadaan gunung Agung di bali dan semoga saja hal ini cepat berakhir dan kembali putih normal

Menteri Jepang Ikut Prihatin Bencana Alam Gunung Agung di Bali Indonesia
Richard Susilo
Daisaku Hiraki, Wakil Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wakil Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang,
Daisaku Hiraki, 43, serta Chairman badan perdagangan luar negeri Jepang (Jetro) dan CEO Hiroyuki Ishige menyampaikan secara resmi keprihatinan Jepang akan bencana alam yang terjadi di Gunung Agung Bali Indonesia.

"Kami sangat prihatin dengan keadaan gunung Agung di bali dan semoga saja hal ini cepat berakhir dan kembali putih normal kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia," papar kedua pejabat pemerintah Jepang itu di dalam Forum Bisnis Indonesia Jepang yang diselenggarakan oleh Jetro.

Kerjasama yang sudah baik selama ini antara kedua negara Indonesia Jepang menurut Hiraki berpotensi akan jah lebih baik lagi di masa depan.

"Terlihat dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di Indoensia saat ini kami yakin kerjasama kedua negara nantinya akan lebih baik lagi di masa depan dan dengan forum bisnis seperti ini akan banyak diharapkan jalinan kerjasama dari kedua pengusaha nantinya sehingga ikut memperkuat fondasi perekonomian kedua negara," paparnya lagi.

Menanggapi keprihatinan tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan rasa terima kasih mendalam atas nama rakyat Indonesia atas rasa keprihatinan tersebut kepada kedua pejabat tinggi Jepang itu, dan juga berharap bencana alam ini bisa segera berakhir.

"Hubungan Indonesia-Jepang snagat baik dan pasti akan jauh lebih baik lagi di masa mendatang apalagi dengan peringatan 60 tahun persahabatan Indonesia Jepang tahun 2018, sekaligus juga diramaikan dengan Asian games yang diselenggarakan baik di Jakarta maupun di Palembang berharap warga Jepang dapat berbondong datang ke Indoenesia di tahun mendatang," harap Menteri Enggartiasto.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help