Organisasi Maritim Internasional Termasuk Jepang Kecam Keras Peluncuran Rudal Korea Utara

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengecam keras peluncuran rudal Korea Utara, Rabu (29/11/2017) pagi kemarin.

Organisasi Maritim Internasional Termasuk Jepang Kecam Keras Peluncuran Rudal Korea Utara
Istimewa
Markas besar Organisasi Maritim Internasional (IMO). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada sidang ke-30 yang diadakan di London pada tanggal 29 November (Indonesia tanggal 30 November, waktu setempat), mengecam keras peluncuran rudal Korea Utara, Rabu (29/11/2017) pagi kemarin.

"Pertimbangan dilakukan untuk menanggapi masalah serius keamanan transportasi maritim internasional yang berpengaruh pada peluncuran rudal balistik Korea Utara yang berulang-ulang dan sebuah keputusan Dewan IMO berdasarkan dokumen yang diajukan bersama oleh 15 negara, termasuk Jepang, menyetujui kecaman keras tersbeut," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (30/11/2017).

Lima belas negara tersebut adalah Jepang, Australia, Kerajaan Belgia, Kanada, Republik Perancis, Republik Federal Jerman, Yunani, Republik Italia, Malaysia, Belanda, Republik Filipina, Republik Korea, Kerajaan Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.

Baca: Pengacara Setya Novanto akan Diperiksa terkait Kepemilikan Senjata Api

Dokumen kesepakatan itu isinya meminta Dewan IMO untuk mengecam keras peluncuran rudal balistik Korea Utara, dan mengulangi bahwa sangat penting untuk menghentikan peluncuran rudal balistik yang tidak sah di jalur pelayaran internasional, sesuai dengan resolusi dan peraturan lainnya yang diadopsi di bawah IMO.

"Dokumen tersebut diserahkan ke Sidang Luar Biasa Dewan ke-29 IMO, dan diadopsi oleh dewan pada tanggal 25 November," kata dia.

Isi dokumen tersebut telah dibahas lebih lanjut di majelis ini, dan atas dasar itu lah maka keputusan dewan untuk mengambil tindakan sesuai dengan permintaan yang dibuat dalam dokumen tersebut telah disetujui.

Mengikuti peluncuran rudal balistik Korea Utara pada tanggal 29 November, Jepang menegaskan kembali pada Majelis bahwa peluncuran rudal baru-baru ini merupakan pelanggaran yang jelas tidak hanya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan, namun juga kesepakatan dan resolusi yang relevan mengenai penetapan IMO.

Baca: Mugiyanto Sempat Mengimami Salat di Masjid Sebelum Tubuhnya Hanyut Terbawa Arus Banjir

Pemberitahuan terlebih dahulu informasi yang mungkin mempengaruhi keamanan navigasi, dan peluncuran rudal tersebut merupakan isu serius dari perspektif untuk memastikan keamanan kapal.

"Untuk menjamin keamanan transportasi maritim internasional, Jepang bermaksud untuk terus bekerja sama dengan IMO dan negara-negara yang bersangkutan dan sangat mendesak Korea Utara untuk mematuhi perjanjian, keputusan resolusi dan keputusan IMO yang relevan," ujarnya.

Majelis adalah organ pengambil keputusan tertinggi dari IMO yang terdiri dari semua negara anggota dan wilayah IMO dan bertemu setiap dua tahun sekali.

Baca: PVMBG: Sinar Api di Puncak Gunung Agung Pertanda Lava Sudah di Permukaan

Majelis memutuskan program kerja dan anggaran IMO, membentuk lembaga pelengkap, memilih dewan negara-negara anggota dan membahas laporan dewan.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help