Polisi Semakin Fokus Perhatikan Taksi Di tengah Peningkatan Jumlah Turis ke Jepang

Hukuman denda akan mencapai sekitar satu juga yen atau masuk penjara apabila tidak membayar denda tersebut.

Polisi Semakin Fokus Perhatikan Taksi Di tengah Peningkatan Jumlah Turis ke Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Taksi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi Jepang semakin memfokuskan perhatian kepada taksi yang berseliweran di jalan umum saat ini, terutama taksi liar atau tidak tercatat resmi sebagai taksi di kementerian transportasi Jepang.

"Kemarin (29/11/2017) kepolisian Kyoto baru saja menangkap Presiden sebuah perusahaan taksi liar yang tak memiliki ijin operasi taksi karena mengangkut penumpang dan menargetkan turis China," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (30/11/2017).

Pada lima kesempatan antara bulan Oktober dan pertengahan November, Hiroshi Takemiya, 49, menggunakan van hitam (lihat gambar) untuk mengangkut kelompok wisatawan China ke berbagai lokasi di Osaka dan Kyoto, termasuk ke sebuah kuil dan kastil, tanpa otorisasi yang benar.

Takemiya, yang telah dituduh melanggar Undang-Undang Transportasi Jalan Raya, mengakui tuduhan tersebut, mengatakan kepada polisi bahwa dia tahu dia telah melanggar hukum.

Menurut Kantor Kepolisian Higashiyama, Takeyama mengangkut para turis tersebut antara 40.000 yen dan 60.000 yen per perjalanan.

Tersangka mempromosikan bisnisnya lewat layanan di media sosial untuk memanfaatkan lonjakan baru-baru wisatawan China ke daerah Kansai khususnya Kyoto dan tempat-tempat wisata di Jepang.

Hukuman denda akan mencapai sekitar satu juga yen atau masuk penjara apabila tidak membayar denda tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help