Sidang Parlemen Anggaran Jepang Malah Didominasi Masalah Moritomo Gakuen

Pembahasan RAPBN Jepang tahun 2018 yang dilakukan sejak Kamis kemarin didominasi oleh pembahasan masalah Moritomo Gakuen di Toyonaka Osaka.

Sidang Parlemen Anggaran Jepang Malah Didominasi Masalah Moritomo Gakuen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Catatan jadwal sidang pembahasan anggaran Jepang untuk tahun 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pembahasan rencana anggaran belanja (RAPBN) Jepang tahun 2018 yang dilakukan sejak Kamis (30/11/2017) kemarin didominasi oleh pembahasan masalah Moritomo Gakuen di Toyonaka Osaka.

"Sangat disayangkan sekali waktu berharga yang seharusnya dipakai untuk membahas APBN Jepang malah berulang kembali pembahasan Moritomo Gakuen," ungkap Kenji Goto (68), mantan wartawan senior Kyodo dan terkenal di Jepang.

Dari pekerjaan rapat sidang parlemen yang seharusnya membahas RAPBN 2018 selama hampir 6 jam, ternyata 1 jam 21 menit diwarnai pembahasan masalah sekolah Moritomo Gakuen yang pernah heboh sejak Februari 2017.

Baca: PDIP Tegaskan Tak Akan Mengusung Dedi Mulyadi Tanpa Persetujuan Golkar

Dengan mencatut nama istri PM Jepang, Akie Abe sebagai Ketua Kehormatan sekolah tersebut dan bahkan menuduh PM Jepang Shinzo Abe memberikan uang satu juta yen untuk sekolah tersebut.

Sisa waktu sekitar 4 jam 39 menit barulah dipakai membahas ekonomi dan pajak selama 1 jam 3 menit, lalu kesejahteraan sosial selama 55 menit, dan kembali masalah sekolah lain yang tak terkait RAPBN, masalah kakei Gakuen selama 52 menit.

Sisanya masalah Korea Utara 29 menit, masalah tenaga kerja selama 15 menit, masalah perubahan UUD Jepang 2 menit dan sisanya beraneka ragam pembahasan muncul.

Baca: Novanto Kembalikan Arloji dari Andi Narogong Seharga Rp 1,3 M Setelah Ribut-ribut Proyek e-KTP

Pembahasan RAPBN ini rencananya akan berakhir Jumat 8 Desember mendatang yang kemudian akan diupayakan kesepakatan bersama.

Jika tak bisa dilakukan kesepakatan bersama maka dilakukan voting pengambilan suara dan diperkirakan tak ada masalah karena mayoritas koalisi partai liberal/LDP dan Komeito menguasai dua per tiga anggota parlemen Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help